Categories
Funny Share Travel

Misteri Beringin Kembar Alun-Alun Yogyakarta

Pernah traveling ke Jogja? Kalo kebetulan mau ke Jogja pas liburan, coba deh datang ke alun-alun selatan Jogja, kalo anak muda Jogja biasa nyebutnya Alkid (Alun-Alun Kidul). Nah, disana ada dua buah beringin besar yang berdampingan di tengah alun-alun. Di antara dua pohon itu, ada jarak sekitar 12 meter. Trus? Apa sih istimewanya beringin itu?
Dua buah beringin itu biasa di sebut masyarakat setempat sebagai Wringin Kurung atau Beringin Kurung. Ceritanya nih, jaman dulu di tempat itu dibuat pertahanan gaib, tujuannya buat mengecoh pasukan Belanda yang mau menyerang keraton supaya mereka kehilangan arah. Karena adanya pertahanan gaib itulah, sekarang, terutama malam, Beringin Kembar ini rame dikunjungi wisatawan yang mau nyoba lewatin celah di antara dua beringin itu dengan mata tertutup dari jarak 20 meter. Gara-gara banyaknya pengunjung yang penasaran, akhirnya ada orang-orang yang menyewakan penutup mata, biasanya 3000 sekali sewa.
DSC00990
Okey, ini kunjungan kedua saya ke Alkid untuk nyoba masangin, ya disebut masangin maksudnya masuk diantara dua beringin. Katanya siapa yang bisa lewatin beringin ini dengan mudah, maka keinginannya terkabul. EH, kelihatannya doang mudah, tapi nyatanya.. lewatin beringin ini susah banget! Nggak semua orang bisa ngelewatin. Ada yang ngerasa lagi jalan berbelok ke kiri, kanan, malah ada yang dengan pedenya merasa berjalan lurus, padahal sebenarnya dia berputar-putar di depan beringin. Ada yang bilang di depan Beringin Kembar itu ada barisan makhluk halus yang bergandengan tangan. In love (romantis amat)
Buat saya, ini hiburan, lucu ngeliat kakak saya yang coba masangin. liatin aja pergerakannya:
rute 1
Awalnya saya takjub, dia bisa berjalan lurus, eh pas nyampe gerbang beringin, udah didepan mata tuh, dia malah belok mutar arah, GAGAL ternyata. HAHAHA #ngakak
rute 2
ini rute yang umum, banyak yang kejadiannya gini. (saya salah satunya, udah 2 kali gini -_-)
rute 3
dan ini juga bukan hal yang nggak mungkin, banyak orang yang sudah merasa berjalan lurus, ternyata hanya berputar kembali ke tempat.
Kalo mau nyoba masangin ini, Ajak sodara yang bisa dipercaya buat nuntun jalan, karena nggak jarang yang tabrakan. Apalagi kalo dengan pedenya jalan cepat-cepat.
Ini foto saya pas nyoba masangin:
DSC00984DSC00985DSC00986DSC00987DSC00989
GAGAL Maning, gagal maning son! 🙁 *katanya banyak dosa* Okey beringin, suatu saat saya akan naklukin lo.
Malu kalo nyobain banyak-banyak tapi gagal terus.


[UPDATE: 03/11/2011 berhasil ngelewatin] :joget:

Categories
Share Travel

Nasehat dari Pak RT

 

Waktu di Jakarta, aku dapat nasehat dari Pak RT, Pak RT-nya RTku itu lho..bukan sembarang RT..hahaha.. hampir seperi Pak RT di film-film sitkom Bajaj Bajuri atau Suami-suami takut istri. Pak RT yang sangat dekat dengan warganya, ya begitulah seharusnya jadi seorang kepala RT.

Suatu Siang, Pak RT berbaik hati mau mengantarkan aku jalan-jalan (Lah, waktu aku nyampe Jakarta aja dia mau jemput). Waktu kami dalam perjalanan, tiba-tiba Pak RT bertanya:

"Kamu sekarang kuliah dimana wan?"

"Saya masih SMA kelas 1 Pak, ini mau masuk ke kelas 2."

"oOO masih SMA..Nah wan, sekarang itu tugas kamu belajar aja, supaya kalo kamu mau masuk ee apa itu (Pak RT mikir) ee Unsyiah atau kamu mau UGM atau UI itu kan gampang ntar."

tiba-tiba kakak nyinggung tentang cewek (pacaran gitu lah)

"Aaa, kalo urusan cewek itu nanti saja, yang penting kamu fokus dulu belajar. Bapak punya keponakan orangnya hitam jelek tapi begitu dia jadi Insinyur, eh, ga taunya dapat istri sekarang putih cantik wan, kayak bidadari."

"Pokoknya kalau urusan pacaran itu nanti saja, jangan sampai fokus belajarmu buyar karena wanita"

Aku terdiam, benar-benar menyentuh, kata-kata pak RT selalu terngiang dikepalaku. Kalo menurutku ada benarnya juga, apa yang dikatakan Pak RT juga fakta. Tapi apakah aku bisa seperti nasihat Pak RT??

Categories
Share Travel

Kembali ke Jakarta

Wawan, kamu masuk IPA. Aku masuk IPA?? rasanya aku tidak percaya, aku harus lebih giat kali ini. Setelah pembagian Rapor, kelasku berencana ke Sabang, sedangkan aku sudah bermimpi berangkat ke Jakarta atau Malaysia liburan nanti. Ternyata kawan sekelasku tidak jadi ke Sabang, tapi ke Sarah. Jadi pilihanku sekarang Sarah, Jakarta, atau Malaysia. Aku pilih ke Jakarta diantara pilihan lainnya, apa boleh buat, tiket sudah dipesan. Saat itu aku sudah bisa menjawab pertanyaan kawanku di Jakarta,"Jack, kapan lo maen ke Jakarta?" "Tanggal 22" 🙂

Tanggal 22 aku berangkat ke Jakarta, rencananya teman baikku disana mau jemput, tapi aku rasa itu terlalu merepotkan mereka. Lagipula aku sudah dijemput oleh Kakakku di Jakarta. Kedatangan aku ke Jakarta kali ini tampaknya merupakan kejutan buat Hafizh, keponakanku. Dia sangat histeris melihat wajahku di depannya (lebay).

Dari Bandara kami langsung ke MKG (sekalian jalan pulang ke Rumah), sampai disana aku teringat pesanan teman-temanku di Aceh, beberapa buku dan kaset yang memang ada di MKG. Aku pikir lain kali saja membelinya. Setelah MKG hampir tutup kami pulang. Hoam -_-" melelahkan. Ada SMS dari Nobi, ia ingin bertemu denganku, tapi rasanya ini sudah terlalu larut malam. Aku juga ga mau merepotkan.

Tanggal 23, hari ini rencananya kami mau menonton Police Academy Stuntman Show di Ancol tapi sebelumnya kami ke ITCCMMG dulu. Disana aku tertarik sama sebuah Jaket, kata SPG-nya "itu jaket pangkat kak", karena kakakku bilang ga terlalu bagus, aku pikir-pikir dulu membelinya. Puas di ITCCMMG kami bergerak menuju Ancol, menonton Stuntman Show. Awalnya mau menonton sore hari tapi kami sudah telat, pertunjukan sudah dimulai. Kami pun berencana nonton show yang setelah Maghrib saja, sebelum show dimulai kami menuju Le Bridge, tempat makan yang sangat indah di tengah laut. Jalan menuju tempat makan tersebut adalah jembatan kayu yang panjang. Sepanjang jembatan aku liat coretan muda-mudi yang pacaran. Merusak saja.. Tapi ada coretan yang lucu. Seorang gadis wanita meminta pertanggungjawaban seseorang yang menghamilinya, bernama Bayu. Setelah Magrib, pertunjukan dimulai. Sungguh pertunjukkan yang sangat-sangat menarik. Lagi-lagi ada pesan dari Nobi, aku ga bisa bertemu dengannya kali ini, karna malam ini aku pulang larut lagi.

Tanggal 24, rencana hari ini kami ingin menonton Transformers: Revenge of The Fallen. Tapi sebelum itu aku harus mengawasi Hafizh untuk mengambil nilai praktek berenang bersama teman-teman TK-nya. Setelah mengawasi Hafizh, aku jadi ingin berenang juga. Sudah satu tahun aku tidak berenang di Kolam, di Aceh tidak ada kolam berenang, yang ada Pantai, pantai dan pantai (kolam kan cuma di Hotel, ga asik berenang di kolam hotel). Setelah satu jam di kolam, aku ingin pulang, aku menuju tas untuk mengganti pakaian dan aku melihat banyaknya "missed call" dan SMS yang masuk dari Abang dan Kakakku untuk mengajak nonton Transformers (TF). Mereka sudah kesal menungguku pulang dari kolam dan akhirnya aku ditinggal, ya mau bagaimana lagi?? Jarak tasku jauh dari kolam, suara Handphone sekeras apapun pasti kalah dengan suara keramaian dikolam renang, tidak akan terdengar. -_-" Ah sial, tujuan menonton TF batal. Aku langsung menghubungi abang dan kakakku untuk tidak menonton TF dulu, aku akan segera menyusul mereka, demi TF 8). Ternyata mereka di Pasaraya Blok M, jarak rumahku di Kp. Ambon, sekitar Pulomas sangat jauh dari Blok M. Untungnya ada Busway, tapi sebelum naik Busway aku sempat bertemu dengan Nobi, lega rasanya bertemu teman lama. Sampai di Pasaraya Grande dengan keringatan (terlihat aneh, AC super dingin kok keringatan) aku langsung bertemu dengan keluarga dan menuju Bioskop. Akhirnya ga batal nonton TF, ga rugi capek2 naik Busway untuk nonton sama keluarga.

Tanggal 26, ini hari ulang tahunku, Aku selalu berulang tahun saat Liburan (tanggal strategis), senangnya masih banyak yg ingat dan ngucapin dari SMS, Telpon, Facebook dan Friendster. Hari ini abang dan kakakku yang kemarin berangkat bersama pulang lebih dulu, jadi nanti aku pulang sendiri. Sedihnya hari ini aku hanya di rumah, Nobi yang awalnya mengajakku ke JakCloth malah sakit, aku pun menunggunya sembuh. Hari ini aku tidak bisa menjenguknya, aku disuruh mencari buku dan beberapa keperluan lainnya untuk  Wisuda Hafizh. Pulang dari mencari keperluan aku mampir ke rumah sepupu di Klender, waduh gawat, istrinya hampir ga kenal aku lagi, memang kata orang-orang aku terlihat berbeda dari satu tahun yang lalu. Pulangnya aku ketemuan sama Dody, terus sama Dody pergi ke rumah Salman (ini ni, pasangan aku jadi ketua kelas, 3 tahun sekelas terus, ruangan kelasnya ga pindah-pindah lagi -_-" ajaib), Iwan dan Robby.

Tanggal 27, Hari ini wisuda Hafizh, aku diminta tolong merekam Acara di TKnya, akhirnya Hafizh lulus TK dan diterima di SD Labschool Rawamangun. Pulang dari acara itu aku letih, istirahat dirumah sementara kakakku ikut pergi suaminya ke Mercure Ancol karena ada Acara Reuni suaminya. Aku sendirian di rumah, rencananya mau pergi menjenguk Nobi bersama Odi, tiba-tiba Odi menunda karena suatu hal, katanya nanti dia konfirmasi lagi. Konfirmasinya kok lamaaaaa ya, sampai akhirnya kawanku dari Aceh mengajakku ketemuan di Dufan besok pagi. Tiba-tiba kakak menyuruhku menginap di Ancol malam ini. Aha kebetulan, daripada capek-capek berangkat besok subuh ke Dufan(kan berangkat subuh nyampe Pagi capek) mendingan aku langsung menginap di Ancol malam ini.

Tanggal 28, Aku terbangun subuh dan bersiap-siap untuk bertemu kawan-kawan. Saat kawan-kawanku sudah sampai di Dufan, aku langsung berangkat jalan kaki ke Dufan dari Mercure. Hmm, udara pagi Jakarta lumayan segar.. Jarak Mercure-Dufan memang dekat, tapi.. pintu masuk Dufannya harus membuatku berjalan jauh, tiba-tiba ojek lewat. Alhamdulillah ada ojek, ga ada ujan dan becek. Akhirnya aku bertemu kawan-kawan+kawan baru dari Forum Pelajar Indonesia, Aldino dan Rida. Ya, kawan-kawanku dari Aceh ke Jakarta karena acara Forum tersebut. Kami semua bermain di Dufan sampai malam hari, Aku telah mencoba semua wahana extreme kecuali kora-kora, sial.. padahal aku ingin mencoba wahana tersebut, tapi apa boleh buat, kami semua pusing dan mual karena naik wahana Ontang-anting 3 kali putaran. Wahana terakhir yang kami naiki Bianglala, terlihat kawasan asap polusi dari sebuah kawasan Industri di daerah utara Jakarta. Huft, Rencananya besok mereka semua ingin ke Atlantis, tapi aku ga bisa ikut, aku udah duluan janji Reuni di SMP.

Tanggal 29, Ya.. Hari ini Reuni, tapi sedikit yang datang. Aku bersama beberapa temanku, makan di warung, makan+minum hanya Rp. 5500,- Murahnya… dari tempat makan kami menuju ke MKG, Aku jadi ingat untuk membeli pesanan buku Luna dan B’ Doni. Pulangnya aku diajak nonton KCB dan KING sama kawan dari Aceh, tiba-tiba batal, ga jadi hari ini tapi besok. Eh..ajakan datang lagi dari Dody untuk nonton Garuda di Dadaku besok. Nah, ada 2 ajakan nih, dua-duanya ke Bioskop, aku bingung pilih yang mana.

Tanggal 30, nonton sama kawan dari Aceh atau sama Dody ya?? aku pilih nonton sama kawan dari Aceh, kapan lagi?? Mereka besok kembali ke Aceh, aku kan masih lama di Jakarta. Tiba-tiba niatku berubah, aku baru berpikir kalo aku ga mungkin nonton sama kawan dari Aceh karena masalah Transportasi tengah malam nanti setelah nonton. Akhirnya aku nonton Garuda diDadaku sama Dody di MKG sampai tengah malam. (Kalo transport yang ini gampang, jarak Rumahku-MKG kan dekat, jadi kami naik motor, ga masalah sampai tengah malam.)

Tanggal 1, Hari ini ga kemana-mana, bosan di Rumah. Aa.. Nobi masih kurang sehat, padahal kami berencana jalan-jalan, Aku pergi menjenguknya sama Dody. Ternyata kondisinya mulai membaik. Aku jadi teringat, JakCloth udah selesai.

Tanggal 2, Rencananya siang nanti mau nonton Ketika Cinta Bertasbih sama kakak. Selesai nonton KCB kami lanjut nonton KING. Sampai di rumah aku buka FB dan melihat undangan Reuni kembali tanggal 5, TANGGAL 5, padahal besok hari terkahirku.. Nobi mengirim pesan, katanya ingin pergi bersama ke Tebet untuk belanja Baju sekalian berkunjung ke Hellomotion Academy, kalo bisa sih ketemu Mas Wahyu Aditya. tapi waktuku di Jakarta tinggal 2 hari lagi, besok aku harus menemani kakakku ke ITCCMMG. Aduh, jadi semakin padat.

Tanggal 3, Sesuai rencana, hari ini kami ke ITCCMMG. Aku langsung mencari Jaket yang aku inginkan sekalian berburu pesanan kawanku yang lain. Saat sedang berbelanja, seseorang menuju ke tempatku sambil berteriak,"eh, ada Lucky Perdana""eh bukan, maaf aku kirain Lucky Perdana". Hahaha, ntah kali keberapa aku dibilang mirip Lucky itu, menurutku sekilas iya, dan dari sudut pandang tertentu (PD, yang mau muntah silakan). Mulai dari kawan SMP, kawan baru kenal di Dufan, Guru, sampai abang-abang jualan (jualan apa, lupa..)juga pernah bilang mirip. Anehnya ini semua hanya terjadi di Jakarta, karena ga mungkin kali ya Lucky ke Aceh. Pulangnya menjelang Maghrib dan teringat,,, kapan ke Tebet?? Pulang dari ITC, Dody ingin bertemu denganku dirumah, ternyata dia ingin memberiku sebuah Merchandise dari JakMania, sebuah Syal khas Jakarta, khas penggemar Persija. Dody memang penggemar Persija, syal itu menurutnya merupakan benda paling berharga, yang paling sulit diperoleh dulunya karena asli dan langka sebelum sekarang menjadi benda pasaran dengan kualitas rendah.

Tanggal 4, ini hari terakhirku di Jakarta, berarti hari ini harus ke Tebet bareng Nobi, Odi, Chandra dan sapa aja yg mau ikut deh.. Tapi aku belom membeli oleh-oleh untuk kawan di Aceh. Aduuh, bagaimana ini?? Aku menunda ke tebet, sementara Nobi yang baru aja sembuh menungguku di rumah (menunggu konfirmasi). Aku baru sampai ke rumah siang hari. Rasanya udah ga mungkin ke Tebet, tapi aku tetap ke rumah Nobi. Bersama Nobi, aku menemui Chandra dan bersama-sama ke rumah Odi. Karena tidak mungkin ke Tebet, kami berencana nonton Ice Age 3 di MKG, batalbatalbatal, ada musibah, kami terpisah, salah satu Handphone mati. Setelah bertemu kembali, kami hanya makan bersama dan langsung menuju ke Rumah Odi. Nostalgia. Foto-foto "Triumvirate", kata Nobi. Pulang larut malam, astaga, aku belum menyusun barang untuk keberangkatan besok. Padahal besok pesawat pukul 08.35.

Tanggal 5, Hari keberangkatan, aku bangun telat, tapi Alhamdulillah belum terlalu telat. Aku buru-buru berangkat ke Bandara diantar oleh Kakak. Selamat tinggal Jakarta, sesuai rencana aku memang hanya 2 minggu di Jakarta. aku tiba di Sultan Iskandar Muda pukul 11.20 dengan selamat.

Benar-benar liburan yang menyenangkan, menyegarkan pikiran dan badan..

Foto dari Facebook Album, belum di-update.

Categories
Share Travel

Komodo Island as one of new seven wonders (of Nature)

Kita sebagai orang Indonesia pasti tau kan Pulau Komodo? Pulau Komodo yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara adalah habitat asli hewan Komodo.

Di pulau ini,  hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Komodo merupakan hewan yang terancam punah, yang telah hidup puluhan juta tahun lalu. Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam dan keindahan alam lainnya.

Nah.. Tahukah Anda? Pulau Komodo yang unik ini merupakan salah satu nominasi "New 7 Wonders of Nature".

"New 7 Wonders of Nature" bukanlah seperti Piramida di Mesir, Taj Mahal di India ataupun Machu Picchu di Peru, tetapi ini adalah "Tujuh Keajaiban Alam"

Pulau Komodo sebagai salah satu nominasi untuk dipilih sebagai "Tujuh Keajaiban Alam" saat ini (saat artikel ini ditulis) menempati posisi 8 di Group E (Forests, National Parks, Nature Reserves). Posisi ini ditentukan dari jumlah dukungan yang diberikan warga dunia, sebagai orang Indonesia ayo kita dukung Pulau Komodo. Dengan cara klik banner di Sidebar blog ini.

<center><a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/nominees/asia/c/KomodoNationalParkNationalPark/"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_VE5NvpKGb-U/SjZzdOH-rAI/AAAAAAAAC74/jlG_H-QKXEQ/s400/banner.gif" /></a></center>

Coba lihat peringkat Pulau Sipadan yang pernah menjadi sengketa antara Indonesia dengan Malaysia..

Pastinya dong yang memberikan dukungan terbesar untuk Sipadan Island Warga Malaysia sendiri, artinya mereka benar-benar mendukung pulau yang termasuk nominasi dalam Group B (Islands) ini.

Hmm, jangan mau kalah dengan Sipadan, sekarang saatnya kita dukung Pulau Komodo sebagai New 7 Wonders (of Nature)

Ini ni Peringkat Pulau Komodo sekarang..

Mau liat peringkat Nominee lainnya?? Klik http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/

Categories
Travel

Indahnya Tangse

Sejak beberapa hari yang lalu nenekku sakit, aku harus pulang kampung untuk menjenguk beliau. Kampungku di Tangse, tempat kelahiran orangtuaku. Banyak yang tidak tahu Tangse berada, bahkan orang Aceh sendiri.

DSC02712 Tangse terletak di Pidie, sebuah kabupaten di NAD. Letaknya di pegunungan membuat suasananya sejuk pagi, siang maupun malam. Dengan sungai yang bersih dan penghasil padi yang terkenal sebagai beras terbaik di Aceh. Hmm..nasi disini memang sangat lezat apalagi di Tangse juga terdapat menu makanan khas, yaitu ikan Keureuling (Inggris: Mahseer), ikan yang sulit ditangkap ini harganya lumayan mahal.

DSC02604

Kebetulan saat ini di Tangse, warga baru saja memanen padinya, jadi yang terlihat hanya sawah dengan jeraminya yang kuning. Padahal pemandangan lebih indah saat padinya masih hijau.

DSC02608

 

 

 

 

 

 

 

Kebetulan juga, di Tangse lagi musim buah durian. Memang, musim durian di Tangse sekitar bulan Desember. Buahnya berisi, harum dan hmm.. sangat lezat.

DSC02599

 

 

 

 

 

Seseorang dari LAPD (Los Angeles Police Department) sedang membelah durian Tangse di malam hari. 😀

DSC02627 

 

 

 

 

 

 

 

Keesokan harinya membelah lagi..

DSC02723

 

 

 

 

 

 

Menunggu rejeki Durian Runtuh di kebun nenek.

Dan…Jatuh! tapi kecil amat. Durian Mini nih..

DSC02727

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC02721

 

 

 

 

 

 

 

 

“Terima kasih, di Belakang sudah banyak pak..”

DSC02653

DSC02654

 

 

 

 

 

 

 

Yang ini buah coklat, buah yang diolah menjadi coklat!

DSC02728

Haaaahhh..temperatur disini masih dingin.

Di Tangse terdapat tiga makam pejuang Aceh yang syahid dalam peperangan melawan Belanda di Gunung Halimon, tempat Hasan Tiro mendeklarasikan Aceh Merdeka pada 1976. Beberapa bulan yang lalu Hasan Tiro berziarah ke makam ini.

DSC02706

Ketiga syuhada tersebut merupakan keluarga besar Hasan Tiro dari keturunan Pahlawan Nasional, Tgk Chik Ditiro Muhammad Saman dan dikuburkan di sebuah tempat di belakang masjid di desa Pulo Masjid.

Ketiga makam tersebut, masing-masing makam Tgk Ma‘at Muda (Panglima Muda) alias Tgk Syaikh Ma‘at yang syahid dalam usia 16 tahun pada 3 Desember 1911 di Gunung Halimon. Bagi Hasan Tiro, tanggal dan bulan syahidnya Ma‘at Muda merupakan sejarah tak terlupakan. Sebab, tanggal 4 Desember, atau pada hari jenazah Ma‘at Muda dikebumikan, justru dijadikan Hasan Tiro sebagai tanggal deklarasi Aceh Merdeka pada tahun 1976.

Kuburan Tgk Ma‘at Muda yang merupakan anak dari Tgk Mat Amin Tiro lebih pendek dari dua makam lainnya. Ternyata  saat dimakamkan, jasad cucu Tgk Chik Ditiro yang terbunuh oleh peluru pasukan Belanda di atas Gunung Halimon itu sudah tak lagi utuh. Belanda membawa kepala Teungku Ma‘at Muda ke negaranya.

Dua makam lainnya yang juga diziarahi Hasan Tiro adalah makam Tgk Muhmmad Hasan, seorang pejuang Aceh dan juga ulama. Ia juga tewas di Gunung Halimon pada 1910.

Satu makam lainnya adalah makam Tgk Mahiddin alias Tgk Chik Mayet, anak Tgk Chik Ditiro, yang syahid pada 5 September 1910, juga di Gunung Halimon. (Koran Serambi)

Sebelum pulang, berfoto dulu di jembatan gantung.

DSC02703 DSC02700

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC02690 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC02710

 

 

 

 

 

 

Hari ini, keadaan nenek semakin membaik. Kami pun harus kembali ke Banda Aceh karena besok sudah mulai sekolah dan bekerja lagi.