Categories
#PeopleAroundUs

#PeopleAroundUs: Manusia penghisap kebahagiaan

Manusia penghisap kebahagiaan itu gak punya ciri-ciri fisik yang selalu sama, wujudnya bisa bermacam-macam layaknya manusia biasa. Ia bisa cantik, ganteng, menawan. Tapi yang jelas keberadaan mereka menghisap kebahagiaan orang di sekitarnya, bisa sebagian orang merasakannya, bisa juga dirasakan oleh semua yang ada di sekitarnya.

Kebahagiaan yang terhisap itu pun mulai dirasakan sejak dia berada di dekat kita, juga bisa pelan-pelan sampai tiba-tiba kita menyadari kebahagiaan kita hilang. Wajah kita pucat, bibir sulit untuk tersenyum, dan jika sangat berat kadang disertai dengan rasa pusing, jantung berdebar dan mual-mual.

Manusia penghisap kebahagiaan itu memiliki perilaku yang sama, perilaku ini kadang tak disadari oleh manusia itu sendiri sehingga kita pun (termasuk saya sebagai manusia) bisa tiba-tiba menjadi manusia penghisap kebahagiaan orang di sekitar tanpa disengaja. Tentu saja orang-orang yang kebahagiaannya terhisaplah yang tau apa perilaku itu.

Ilustrasi manusia penghisap kebahagiaan
image source: legaljuice.com

Manusia penghisap kebahagiaan ini bisa ada dimana-mana, ia bisa saja sebagai seorang guru, dosen, boss, karyawan, teman, pasangan, saudara dan bahkan orang tak dikenal sekalipun. Sebagai dosen misalnya, sejak dia memasuki ruangan kelas, mahasiswa sekelas bisa merasakan ruangan kelas yang mendadak kelam.

Seorang pasangan pun bisa menjadi penghisap kebahagiaan ini, misalnya ketika ia baru saja bertemu orang lain (bisa jadi seorang manusia penghisap kebahagiaan), lalu pulang ke rumah dengan kemuraman. Kemudian ia ikut membuat orang lain muram dengan perilakunya yang kasar dan emosi yang tak terkendali. Orang-orang tak bersalah disekitarnya seringkali ikut merasakan energi negatif tersebut, menjadi pusing dan segala kenangan bahagia pun hilang.

Yak, kadang manusia penghisap kebahagiaan ini adalah hasil dari manusia penghisap kebahagiaan lainnya, bukan tak mungkin dosen penghisap kebahagiaan itu adalah manusia penghisap kebahagiaan yang lahir akibat manusia penghisap kebahagiaan yang lain, bermasalah dengan pasangan/orang dirumahnya misalnya, lalu dia datang ke kita dengan membawa kemuraman dan melampiaskannya kepada kita sampai kebahagiaan kita pun hilang.

Kadangpula manusia penghisap kebahagiaan ini lahir akibat pikirannya sendiri, bukan dari hisapan manusia lain. Manusia penghisap kebahagiaan yang lahir dari pikirannya ini adalah manusia yang tak mampu mengontrol pikirannya sendiri. Memori/kenangan buruk, ketakutan akan label dari orang lain, pikiran negatif yang berlebih, overthinking, mengakibatkan dirinya menjadi manusia penghisap kebahagiaan orang lain.

Segala jenis penghisap kebahagiaan ini bisa diminimalisir atau bahkan ditangkal. Dengan memancarkan kebahagiaan yang kuat, cahaya kebahagiaan ini tak akan mampu dihisap oleh manusia-manusia penghisap tersebut. Mereka bisa saja terus berusaha menghisap, tapi setelah mereka pergi/menjauh, kita bisa langsung memancarkan cahaya kebahagiaan sehingga suasana menjadi lebih menyenangkan dan jika cahaya yang kita pancarkan tersebut cukup kuat, orang-orang disekitar kita pun ikut merasakan pulihnya diri mereka setelah kebahagiaannya ikut terhisap oleh manusia penghisap kebahagiaan tadi. 🙂

Categories
#PeopleAroundUs

#PeopleAroundUs: Tukang Nasi Goreng dekat Kampus

Ada salah satu tempat makan favorit saya di dekat kampus saya yang dulu di Gegerkalong (Gerlong), namanya Sedap Malam Mas Tono. Udah lama gak kesana gara-gara sekarang udah pindah kampus (pindah kosan). Nah.. belom lama ini Sedap Malam Mas Tono buka cabang di dekat kampus saya yang baru, di Dayeuhkolot (Dakol)
.adiknya Mas Tono

“Saya adiknya mas Tono, anak ketiga, ini yang masak kakak yang paling tua, diatas mas Tono, mas Tono itu anak kedua.” kata adiknya mas Tono.

Jadi saudara kandungnya mas Tono lah yang sekarang bantu jualan di Dakol. Mas Tono nya sih masih di Gerlong.

Jadi ingat, dulu, di dekat kampus yang lama, tiap mampir ke warungnya, suka ngobrol sama mas Tono sambil nunggu pesanannya siap. Dan pernah suatu malam, waktu itu hujan, sambil nunggu reda, ngobrol-ngobrol, sampe mas Tono nangis ceritain perjalanan hidupnya. hiks :’)

Mas Tono dulu nekat ke Jakarta, awalnya cuma bantu-bantu orang jualan nasi goreng di pinggir jalan, terus dikasih tempat tinggal, itu pun di lantai atas ruko yang suka bocor kalau hujan. Darisana mas Tono belajar gimana caranya bisa buka usaha sendiri (belajar resep masak), sampe akhirnya sekarang udah bisa buka warung dengan dibantu 2 orang pekerja, jualan nasi goreng, soto, cap cay dll di Gerlong.

Tapi sayang, tempat jualan mas Tono di Gerlong sekarang ngga serame yang dulu, gara-gara kampus pindah, mahasiswa ikut pindah ke Dayeuhkolot. Nah, belom lama ini mas Tono nyuruh adiknya untuk buka cabang di dekat kampus baru. Sekarang Sedap Malam di Dakol ini pun udah rame.

“masih ngekost ditempat lama mas? tanya saya.

Sebelumnya pernah diceritain sama adiknya mas Tono ini tentang kosan mereka yang fasilitasnya nggak sebanding sama harga. Bisa dibilang mereka masih belom kerasan. Emang sih di Dakol harga kosan lebih mahal daripada di Gerlong, padahal lingkungannya lebih enak di Gerlong, sejuk, udaranya masih segar, dan kehidupannya nggak ‘sekeras’ Dakol.. hehe.

“masih mas, belom pindah, susah nyari tempat yang pas.”

“iya sih..”

“Ini kan masih dirintis, nanti lah kalau udah buka usaha sendiri, baru cari yang lebih bagus”

“amiin..”

Semoga aja adiknya mas Tono ini bisa ikut sukses kayak mas Tono ya. 🙂