Categories
Boleh tahu? Opini

Bahaya Indoktrinasi Sejak Kecil

Apa itu indoktrinasi? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan indoktrinasi adalah pemberian ajaran secara mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai suatu paham atau doktrin tertentu dengan melihat suatu kebenaran dari arah tertentu saja. Ya, tak boleh dikritik. Inilah mengapa ia disebut indoktrinasi.



Menurut saya, indoktrinasi apalagi jika dilakukan pada anak kecil adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Bayangkan saja, anak-anak memiliki kemampuan untuk menyerap suatu ajaran dengan cepat, contohnya seperti kita yang dulu lebih mudah belajar membaca dan berbahasa daripada kita ketika dewasa.

Jika anak-anak diajari sesuatu sejak kecil, maka ajaran tersebut akan kuat terekam dalam otak anak-anak tersebut sampai ia dewasa. Beruntunglah jika sesuatu yang diajarkan adalah kasih sayang. Namun sangat disayangkan jika yang diajarkan adalah kebencian terhadap yang berbeda.


Indoktrinasi membunuh sisi kritis dan kebebasan anak-anak untuk bertanya. Anak-anak yang ingin menguji ide yang di doktrin, biasanya akan dilarang dan bahkan diancam jika tetap bertanya. Memang indoktrinasi dirancang sedemikian rupa agar doktrin yang ditanam dapat diterima begitu saja, sehingga siapapun yang bertanya akan takut dan akhirnya korban indoktrinasi pun yakin bahwa doktrin tersebut benar dan harus diperjuangkan sampai mati, sehingga doktrin tersebut tetap hidup.

Mereka, anak-anak yang berhasil didoktrin, akan diperbudak sampai dewasa. Mereka tak bebas berpikir, mereka tak bebas memilih. Anak-anak tentu saja tak dapat memilih mereka akan lahir dimana, sayang, setelah tak dapat memilih lahir dimana, mereka diberi label oleh keluarga/lingkungan tempat lahirnya. Tentu anak-anak tersebut tak pernah memilih label itu, apalagi dengan pertimbangan yang matang.

anak komunis, anak marxist, anak ateis, anak muslim, anak kristen… mengapa memberi label pada anak?

Anak-anak yang berhasil diindoktrinasi sejak kecil kemudian bersatu dalam grup-grup, menjadi dewasa dan akhirnya mendoktrin. Mungkin tak diajari membenci, tapi mungkin yang diajarkan adalah orang dengan ide berbeda itu hina. Mereka yang berhasil didoktrin akan diadu domba dan mungkin menjadi alat politik untuk memuluskan perjalanan suatu hal/ide/seseorang untuk menguasai dunia.

dailymail.co.uk: How North Korean children are taught to hate the American at kindergarten

Proses melepaskan diri dari indoktrinasi bukanlah hal mudah. Melawan pikiran sendiri, melawan ide yang telah ditanam kedalam pikiran sejak kecil. Proses indoktrinasi tak sama dengan menanamkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan (sains) bukanlah indoktrinasi karena prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap mempertanyakan pikiran sendiri (skeptis).

Karena itu, jangan mendoktrin anak-anak kita, biarkan mereka membentuk opininya sendiri dan memilihnya ketika dewasa. Sebagai gantinya, ajarkan anak-anak cara berpikir yang baik, ajarkan mereka cara bernalar dan ajarkan mereka nilai-nilai kemanusiaan.

Stop indoktrinasi sejak kecil, sehingga akan terbentuk generasi masa depan yang sulit untuk diadu domba. 🙂

Categories
Boleh tahu?

Kesesatan Logika

Mampu berargumen dengan baik, dengan menghindari kesalahan logis adalah hal yang sangat berharga saat ini, dimana banyak orang yang terbuai dengan kata-kata indah yang dilontarkan seorang terkenal, dibaliknya kadang terdapat kesesatan logika. Tidak kiritis membuat kita rentan ditipu oleh mereka yang pandai bermain bahasa.

Kesesatan logika atau kesalahan penalaran ini bisa terjadi pada siapa saja, karena telah terbiasa dan diterima saja oleh orang yang mendengarnya.

Kesesatan Logika, atau Fallacy secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Formal

Kesesatan formal adalah kesesatan dalam berargumen yang terjadi karena bentuk penalaran yang tidak tepat. Jadi kesesatan ini tidak memperhitungkan apakah argumennya benar atau tidak, yang diperhitungkan adalah struktur penalarannya yang salah.

  • Informal
Kesesatan informal adalah argumen yang tidak keliru secara struktur (seperti formal). Namun disebut keliru karena alasan yang digunakan dalam argumennya sendiri tidak tepat.

Nah, kebanyakan kesesatan penalaran yang terjadi adalah karena alasan yang tidak tepat ini (informal), beberapa kesesatan informal yang sering terjadi adalah:

  • Argumentum ad ignorantiam
(Argument from ignorance). Kekeliruan yang terjadi karena menganggap sesuatu benar karena belum dibuktikan salah, atau sebaliknya, sesuatu salah karena belum ada bukti yang benar.
Contoh:
-Karena tidak ada yang bertanya, berarti dianggap sudah mengerti.
-Karena diam, berarti sama saja mengatakan ya.
-Selama tidak ada bukti bahwa tuhan ada, berarti tuhan pasti tidak ada.
  • Moving the goalpost
Moving the goalpost adalah kesalahan logis yang terjadi ketika salah satu pihak yang awalnya memiliki argumen berlawanan pada akhirnya sepakat dengan argumen lawan. Namun tidak mengakuinya dan mengganti standar ke lainhal. Hal ini biasanya taktik yang dilakukan oleh yang kalah berargumen dalam upaya untuk menyelamatkan muka.
Contoh:
Dalam debat antara evolusionis dan kreasionis, kreasionis akan meminta evolusionis untuk memberi contoh apa yang sedang berkembang (berevolusi) saat ini. Namun ketika contoh telah diperlihatkan, pihak kreasionis akan mengubah standar dari maksud kata ‘berkembang’ yang mereka minta buktikan.
  • Red herring
Red herring adalah gaya argumen di mana topik yang tidak relevan disajikan dalam upaya mengalihkan perhatian dari masalah asli. 
Contoh:
1. Topik A sedang dibahas.
2. Tiba-tiba topik B diikutsertakan dengan kedok topik B tersebut berhubungan dengan topik A. (Padahal topik B tak berhubungan dengan masalah asli.)
3. Topik A menjadi terlupakan, orang-orang teralihkan perhatiannya dengan diarahkan ke topik B.
  • False analogy
False analogy atau analogi yang salah adalah kesalahan yang menggunakan analogi (membandingkan benda atau ide-ide yang memiliki karakteristik serupa) untuk mendukung argumen, tetapi kesimpulan yang dibuat tersebut tidak didukung oleh analogi karena dua benda tersebut sesungguhnya berbeda.
Contoh:
-Semesta itu seperti jam tangan, sebuah jam tangan pasti ada pembuatnya. Karena itu, sama seperti jam tangan, semesta pasti ada desainernya.
-DNA itu kode, sebuah kode membutuhkan kecerdasan, karena itu DNA berasal dari kecerdasan.
  • Straw man
Straw man (seperti orang-orangan sawah) adalah sosok yang tak merepresentasikan orang sebenarnya, yang diciptakan oleh posisi lawan dalam berargumen. Straw man diciptakan dengan maksud agar orang-orang ikut setuju/menyerang posisi lawan sehingga lawan dapat dikalahkan dengan mudah. Padahal sosok straw man tersebut tidak menggambarkan posisi lawan.
Struktur:
1. A menyampaikan posisi X.
2. B, sebagai lawan A, mengabaikan beberapa poin X tersebut, dan sebagai gantinya malah menyerang posisi Y.  Posisi Y merupakan versi menyimpang dari posisi X, dimana Y tersebut bisa dimunculkan dalam beberapa cara seperti:
– Menyajikan posisi lawan yang keliru.
– Mengutip kata-kata lawan diluar konteks.
– Menyerang pembela terlemah dari posisi X tersebut, kemudian menyangkal argumen dari pembela posisi tersebut, sehingga B memberi kesan bahwa semua orang yang membela posisi X telah dikalahkan.
– Menciptakan sebuah sosok fiktif dengan posisi X, yang kemudian dikritik, menyiratkan bahwa orang tersebut merupakan bagian sangat penting dari kelompok pembela posisi X. 
– Menyederhanakan argumen lawan, kemudian menyerang versi yang disederhanakan ini.
3. B menyerang posisi Y, dan menganggap posisi X dari A telah dipatahkan.
Contoh lainnya:
A percaya pada adanya evolusi. B mengatakan A setuju bahwa nenek moyang manusia adalah monyet. Kemudian B mencoba mematahkan pernyataan A dengan menyatakan jika nenek moyang manusia adalah monyet mengapa monyet masih ada.
Intinya, straw man adalah upaya mencitrakan lawan bukan dengan posisi aslinya, kemudian menyerang hasil citra tersebut, bukan argumen asli dari lawan.
  • Argumentum ad hominem
Kesesatan ini terjadi karena menyerang orang yang menyampaikan pendapatnya, bukan pendapat dari orang itu sendiri. Ad hominem dibagi menjadi dua, abusive ad hominem (menyerang pribadi yang menyampaikan argumen) dan ad hominem circumstancial (menyerang karena kelompok atau lingkungan asal orang yang menyampaikan argumen.
Pembenaran dari abusive ad hominem biasanya melibatkan gender, fisik, sifat dan psikologis.
Contoh abusive ad hominem:
1. Ani baru belajar menyetir mobil,
2. Mesin mobil Bambang rusak lalu Ani memberi pendapat mengenai mobil tersebut,
3. Pendapat Ani tidak dipedulikan oleh Bambang.
Disebut sesat karena bisa saja Ani baru mahir menyetir namun mengerti betul tentang mesin.
Contoh ad hominem circumstancial:
1. Ani berasa dari suku X
2. Pak Dosen tidak suka dengan orang suku X
3. Ani tidak diluluskan oleh Pak Dosen karena Ani salah satu suku X.
1. B mencalonkan diri sebagai presiden
2. Kelompok ateis, yang dipandang negatif oleh orang-orang, mendukung B sebagai capres
3. Karena B didukung oleh kelompok ateis, berarti B negatif.
Biasanya ad hominem circumstancial terjadi atas karena suka tak suka, kepentingan kelompok dan bukan kelompok dan hal SARA lainnya. Contoh lain:
-Saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan Ani karena Ani bukan orang Islam
-Jangan dengarkan pendapat dia karena dia homoseks.
Intinya ad hominem terjadi ketika seseorang berusaha mematahkan argumen seseorang dengan cara menyerang/menjelek-jelekkan personal orang yang menyampaikan argumen tersebut. Padahal belum tentu apa yang dikatakan salah.
  • Argumentum ad lapidem
Kesesatan karena menyatakan suatu argumen adalah absurd tanpa menyebutkan dimana letak absuditasnya.
Contoh:
A: X adalah benar.
B: Itu konyol!
A: Mengapa?
B: Jelas, itu konyol.
  • Argumentum ad verecundiam
(Argumentum ad auctoritate/Appeal to Authority). Kesesatan yang menganggap bahwa suatu klaim/argumen/pernyataan benar karena yang menyatakan tersebut adalah orang terkenal ahli dibidangnya.
Strukturnya:
A menyatakan posisi X dalam bidang Q
A terkenal ahli dibidang Q.
Karena itu X pasti benar.
Contoh:
-Apa yang dikatakan profesor itu pasti benar.
-Apa yang dikatakan ulama itu pasti benar.
  • Post hoc, ergo propter hoc
Artinya “setelah ini, karena itu karena ini”, atau dalam arti lain kesesatan yang terjadi ketika dua kejadian terjadi secara berurutan, menganggap kejadian pertama adalah penyebab kejadian kedua.
Struktur:
X terjadi sebelum Y, oleh karena itu X menyebabkan Y.
Contoh:
-Ayam berkokok, kemudian matahari terbit. Matahari terbit karena ayam berkokok.
-Wanita memakai celana pendek, kemudian gempa. Gempa terjadi karena wanita memakai celana pendek.
  • Argumentum ad populum
(Appeal to Popularity). Kesesatan yang menganggap hanya karena suatu klaim/argumen populer atau mayoritas orang percaya, berarti sesuatu itu benar. Biasanya digunakan di iklan-iklan.
Struktur:
1. Mayoritas orang percaya X.
2. X berarti benar.
Contoh:
-Islam agama mayoritas di Indonesia, berarti Islam benar.
-8 dari 10 wanita memilih shampoo A, mengapa anda tidak?
-Mayoritas orang yang merokok sehat-sehat saja.
Memang banyak argumen benar yang populer, tetapi argumen/klaim tersebut bukan menjadi benar karena populer atau diterima banyak orang. Intinya, yang banyak belum tentu benar, dan yang benar belum tentu banyak.
  • Argumentum ad antiquitatem
(Appeal to Tradition). Kesesatan yang terjadi ketika menganggap sesuatu adalah benar atau lebih baik karena itu telah dilakukan sejak dulu, sudah menjadi tradisi.
Struktur:
1. X selalu dilakukan.
2. Karena itu X berarti benar.
Contoh:
-Sejak berabad-abad lamanya tembakau telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan di Amerika kuno, karena itu tembakau pasti baik.
-Orangtua kita daridulu menggunakan metode ini, karena itu lebih baik kita juga menggunakan metode ini.
  • Argumentum ad novitatem
(Appeal to Novelty). Klaim keliru yang menganggap bahwa sesuatu yang baru pasti lebih baik.
Struktur:
1. X adalah baru.
2. Biasanya yang baru adalah yang lebih baik.
3. Karena itu X pasti lebih baik.
Contoh:
– Jika ingin kurus, lebih baik pakai metode baru ini.
– Ayo update software ke versi yang lebih baru supaya supaya lebih bagus.
– Mari kita wujudkan pemerintahan baru!
  • False dilemma
False dilemma, atau dikotomi yang salah, adalah sebuah kekeliruan logika yang melibatkan dua pandangan yang bertentangan, dimana pilihannya tampaknya menjadi satu-satunya kemungkinan, yaitu: jika ada yang benar, yang lain pasti salah, atau, jika Anda tidak menerima salah satunya, maka yang lain harus diterima. Kenyataannya dalam banyak kasus adalah bahwa ada banyak di antara atau opsi alternatif lainnya, bukan hanya dua hal yang dipertentangkan tersebut.
Contoh:
– Dukung KPK atau tidak? Jika tak dukung KPK, berarti koruptor.
– Kreasionis atau bukan? Kalau bukan berarti evolusionis dan ateis. (Padahal juga ada posisi teis evolusionis)
Pascal’s wager yang terkenal; menyatakan bahwa lebih baik untuk percaya pada tuhan sehingga kalaupun salah (tuhan tak ada) tak rugi apapun, daripada tak percaya sama sekali dan berisiko terbakar di neraka jika ternyata tuhan ada.
Homer Simpson merespon Taruhan Pascal: “misalkan kita telah memilih tuhan yang salah, setiap kali kita ke gereja (menyembah) berarti kita sedang membuatnya (tuhan yang benar) semakin marah, dan marah!”
  • Association fallacy
Kesesatan jenis ini adalah kesesatan karena menerapkan citra bagi suatu kelompok berdasarkan citra dari seseorang, dan sebaliknya. Citra yang dihasilkan bisa berupa citra positif maupun citra negatif.
Contoh penggunaan positif:
– Dalai Lama adalah penganut ajaran Buddha. Dalai Lama orang baik, berarti Buddha baik.
Contoh penggunaan negatif:
– Joseph Stalin adalah ateis. Stalin membunuh jutaan orang, karena itu ateis jahat.

  • Fallacist’s fallacy
Kesesatan karena menganggap suatu pernyataan salah karena alasan/argumen pendukung pernyataan itu sendiri adalah berupa kesesatan.
Contoh:
“Dalai Lama adalah penganut ajaran Buddha. Dalai Lama orang baik, berarti Buddha baik.” adalah contoh dari association fallacy.
Jadi, ajaran Buddha itu baik adalah tidak benar karena argumen pendukungnya merupakan association fallacy.

  • Cherry picking
Cherry picking yaitu tindakan mengambil poin-poin baik dari suatu kasus untuk mendukung suatu posisi/argumen dengan mengabaikan sebagian besar kasus yang mungkin bertentangan dengan posisi yang ingin didukung. 
Contoh:
Mengutip isi suatu buku, menggunakan buku tersebut sebagai pendukung argumen, sementara isi buku tersebut banyak yang bertentangan dengan posisi argumen yang ingin dipertahankan.
kalo kata Sherina, gitu..
  • Circular logic
Circular logic (Circular reasoning) ataupun argumen melingkar adalah sebuah kesesatan logika yang terjadi ketika menyatakan “A adalah benar karena B adalah benar, B adalah benar karena A adalah benar”.
Contoh:
A: “Buku X adalah benar karena pernyataan Y dalamnya yang menyatakan bahwa buku X selalu benar.”
B: “Bagaimana kamu bisa tau bahwa pernyataan Y tersebut benar?”
A: “Karena buku X benar.”

Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis kesesatan logika selain yang disebut diatas. Kesalahan logis itu seperti ilusi pemikiran, dan mereka sering digunakan oleh politisi dan media untuk membodohi orang. Jangan sampai kita ikut tertipu.
Dan semoga kita pun bisa terhindar dari argumen yang tidak logis. 🙂
untuk kesesatan logika lainnya, cek: wikipedia.org, rationalwiki.org atau yourlogicalfallacyis.com
Categories
Boleh tahu? Opini

Teori Evolusi: Manusia bukan berasal dari monyet

Kita sering mendengar teori evolusi Darwin, tapi tampaknya banyak orang yang salah mengartikan ini. Orang sering mengatakan nenek moyang manusia adalah monyet, padahal bukan. Setidaknya tidak sesingkat itu, dan bukan itu yang dimaksud Darwin. Jika ditarik jauh, nenek moyang manusia adalah sama dengan nenek moyang makhluk-makhluk lainnya. Kalaupun ditarik ke rentang waktu lebih dekat, kita pun tak dapat mengatakan bahwa nenek moyang manusia adalah monyet ataupun kera. Tapi lebih tepatnya, monyet dan manusia punya nenek moyang yang sama. Kita, babon, gorila, orangutan, dan simpanse ada dalam satu Famili, yaitu Hominidae dan dalam satu Ordo dengan monyet yaitu sama-sama diklasifikasikan ke dalam bangsa primata.
Pengklasifikasian ini berhubungan dengan teori evolusi, teori yang sampai saat ini masih dipegang kalangan ilmuwan, sederajat dengan teori lainnya (misal) seperti teori Bumi mengelilingi Matahari. Artinya evolusi dipercaya sebagai fakta, (layaknya fakta bahwa saat ini Bumi mengelilingi Matahari) dan turut membantu perkembangan ilmu sampai saat ini karena dianggap masih relevan (kecuali hal-hal seperti burung bersusu atau mamalia berbulu burung ditemukan, maka teori evolusi runtuh). Jika kita menonton video dokumenter perilaku hewan, akan disebutkan beberapa sifat-sifat hewan maupun bentuk fisik hewan yang merupakan hasil dari evolusinya dulu, berlaku juga untuk sifat-sifat dan fisik manusia (karena manusia termasuk dalam Animalia) sehingga evolusi turut menjelaskan pertanyaan seperti mengapa manusia memiliki rasa takut, mengapa manusia merinding, dsb. Nah, teori evolusi juga mempengaruhi pengklasifikasian ilmiah, karena dalam pengklasifikasian ilmiah, makhluk hidup (baik yang masih ada maupun yang telah punah) dibagi berdasarkan kesamaan fisik yang dimiliki.
keragaman hayati yang berasal dari nenek moyang yang sama.
The Great Tree of Life

Jika tadinya kehidupan berawal dari nenek moyang yang sama, kenapa sekarang jadi begitu beragam? Keragaman ini ada karena insting makhluk hidup untuk terus hidup (survive), melalui berbagai permasalahan hidup makhluk-makhluk itu dijamannya masing-masing, makhluk hidup yang awalnya sel sangat sederhana harus berubah secara (sangat) perlahan-lahan dalam waktu yang super-duper lama demi menyesuaikan dengan alam. Makhluk hidup yang tak dapat beradaptasi akan punah, inilah yang disebut seleksi alam.

Lalu, dari keragaman inilah, dapat dilihat kesamaan fisik yang memberi jejak bahwa makhluk hidup yang kita kenal sekarang ternyata dari nenek moyang yang sama.
kesamaan fisik famili Hominidae, bangsa Primata
gambar (singkat) Evolusi

Sepertinya gambar diatas cukup terkenal bagi yang pernah mendengar teori Evolusi. Dalam gambar diatas adalah versi singkat dari evolusi manusia yang sering disalah artikan (dengan singkat pula) bahwa manusia berasal dari monyet. Padahal bukan, makhluk yang ada di tahap awal itu bukan monyet, tapi gambaran nenek moyang bangsa Primata. Jadi ini sekaligus menjawab pertanyaan, “Jika makhluk hidup berevolusi, mengapa monyet masih ada sampai sekarang?” Jawabannya pertama: karena makhluk di tahap awal pada gambar diatas bukan monyet, dan monyet yang ada sekarang pun adalah evolusi dari makhluk yang sama, barangkali dengan perubahan yang tak banyak. dan jawaban lainnya adalah karena Teori Evolusi bukan berarti semua makhluk hidup harus berubah, ada makhluk yang berubah sangat jauh dari jamannya, ada juga yang tidak berubah jauh. Intinya, ada makhluk yang karena pengaruh lingkungan geografisnya ingin bertahan hidup sehingga mendorong otaknya dan fisiknya berubah. Ada pula yang tak perlu perubahan cukup signifikan karena lingkungannya cukup mendukungnya untuk bertahan hidup.

Jadi dalam evolusi, tak ada yang benar-benar disebut manusia pertama, karena perubahan yang terjadi sangat perlahan sehingga tak ada patokan siapa manusia (Homo sapiens) pertama. Namun dari bukti fosil yang ada, diperkirakan primata yang berevolusi sampai akhirnya menjadi Homo sapiens awalnya berada di benua Afrika. Kemudian karena insting untuk bertahan hidup, sebagian pergi bermigrasi untuk mencari makanan di dataran (benua-benua) lain. Karena perpindahan inilah akhirnya manusia yang ada sekarang terdiri dari berbagai etnis dan ras. Lingkungan geografis menuntut fisik manusia modern ini untuk beradaptasi sehingga menciptakan warna kulit yang berbeda-beda.

Peta perpindahan manusia dari Afrika sampai menempati Amerika. Tercatat awalnya 60.000 tahun yang lalu.

nenek moyang Homo sapiens yang berpindah membentuk etnis-etnis baru.

Terbukti saat ini orang-orang yang menempati benua Asia mempunyai ciri yang berbeda dengan orang-orang yang menempati benua Afrika. Kita yang ada di Indonesia pun jika ditarik garis yang sangat jauh, akan berawal dari Afrika (sejauh yang tercatat saat ini). Perbedaan ciri ini adalah bukti bahwa manusia (Homo sapiens) sendiri telah berevolusi dalam puluhan ribu tahun terakhir, namun bukan berarti kita (orang Asia) adalah spesies yang berbeda dengan orang Afrika.

Evolusi terjadi dengan sangat perlahan, perubahannya tidak terjadi pada satu individu dalam umur hidupnya, namun terjadi ketika individu tersebut berkembang biak, perubahan tersebut ditransfer lewat kode genetiknya yang kemudian oleh keturunannya akan diturunkan lagi ke keturunan selanjutnya. dan masing-masing keturunan ini menghadapi permasalahan berbeda-beda dalam geografis yang berbeda-beda pula yang pada akhirnya setelah melewati beberapa keturunan, akan terlihat perbedaan mencolok antara si individu awal tadi dengan cucu-cicit-cicitnya yang jauh itu.

Karena perubahan yang sangat perlahan itu, bisa dibilang kita sekarang pun merupakan makhluk yang sedang berevolusi, tentunya dengan permasalahan di jaman kita sendiri. Apa artinya diri kita akan berubah? Bukan, bukan kita, tapi keturunan-keturunan kita. Entah di bagian mana tubuh ‘manusia’ nanti akan berubah, tapi yang jelas manusia (sebagai makhluk hidup) terus berusaha bertahan hidup, seperti saat ini, umat manusia mulai mencari tempat lain selain Bumi yang dapat ditinggali. Sebagai antisipasi karena ketika ancamannya itu datang, pilihannya dua, kita mati atau berpikir bagaimana bertahan hidup. Mungkin dorongan untuk menemui tempat tinggal baru akan membuat perubahan membentuk manusia masa depan dengan otak yang semakin cerdas. Sementara beberapa manusia terdorong semakin cerdas, di pihak lain, mungkin pula akan ada manusia masa depan dengan otak yang menciut kembali menjadi kecil karena kebiasaan malas berpikir dan merasa hidup aman-aman saja (karena merasa tak perlu memikirkan bagaimana menanggulangi bencana, ancaman dsb).

Menyadari bahwa dalam satu spesies saja dalam puluhan ribu tahun (dalam contoh diatas: spesies manusia modern) bisa terjadi perubahan karena perpindahan tempat tinggal, bukan tak mungkin ‘makhluk yang jauh berbeda’ bisa terbentuk dalam ratusan ribu tahun.

Oiya, coba tonton playlist ini (video 3 part):  untuk gambaran visual bagaimana manusia berevolusi dari makhluk paling sederhana sampai akhirnya menjadi makhluk hidup yang tak berbadan besar namun menguasai laut, darat dan udara.

Darimana dan dari apa terbentuknya nenek moyang makhluk hidup di Bumi ini? tonton aja di video di atas 😀

Semoga meluruskan kesalahpahaman selama ini yang beranggapan teori evolusi mengatakan manusia berasal dari monyet. Sekali lagi, tidak, manusia bukan berasal dari monyet, tetapi manusia dan monyet berasal dari nenek moyang yang sama.

Categories
Boleh tahu? Opini Share

Mengenang 9 tahun tsunami. Siapkah kita jika terjadi lagi?

Hari ini tepat dengan 9 tahun kejadian gempa dan tsunami di Aceh dan beberapa bagian negara lainnya. Seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya, timeline twitter saya dipenuhi dengan tweet-tweet mengenang kejadian dahsyat ini.

Iya, gempa dan tsunami saat itu begitu dahsyat, goncangan bumi yang paling kuat yang pernah saya rasakan sampai-sampai saya tak sanggup berdiri saat itu.
Tahun ini, tak seperti tahun sebelumnya, saya tak ingin berlarut dalam kesedihan itu, dan saya rasa sebagian besar rakyat Aceh juga sudah move on dari kejadian ini. Saya sendiri lebih memilih memperingati masa kini dengan isu siapkah kita jika terjadi kejadian serupa?
Iya, banyak yang meninggal saat tsunami 2004 karena ketidaksiapan, kebingungan apa yang sebenarnya terjadi. Seperti saya sendiri saat itu, bingung harus berbuat apa, saya ikut lari mengikuti arus ribuan manusia yang juga berlari ke satu arah, menjauh dari pesisir.
Sementara, saat itu dikabarkan, satu pulau yang juga masuk dalam wilayah provinsi Aceh, pulau Simeulue, yang secara letak geografis lebih dulu terkena gelombang tsunami, jumlah korban jiwanya hanya 7 orang. Itu sangat kecil jika dibandingkan dengan wilayah lainnya yang terkena dampak.
Ternyata, masyarakat Simeulue telah mengenal tsunami dari kearifan lokalnya. Cerita turun-temurun lewat nyanyian rakyat memberitahu warga Simeulue apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa besar.
beginilah liriknya:
Enggel mon sao curito
Inang maso semonan
Manoknop sao fano
Uwi lah da sesewan
Unen ne alek linon
Fesang bakat ne mali
Manoknop sao hampong
Tibo-tibo mawi
Anga linon ne mali
Uwek suruik sahuli
Maheya mihawali
Fano me singa tenggi
Ede smong kahanne
Turiang da nenekta
Miredem teher ere
Pesan dan navi da
yang artinya:
Dengarlah sebuah cerita
Pada zaman dahulu
Tenggelam satu desa
Begitulah mereka ceritakan
Diawali oleh gempa
Disusul ombak yang besar sekali
Tenggelam seluruh negeri
Tiba-tiba saja
Jika gempanya kuat
Disusul air yang surut
Segeralah cari
Tempat kalian yang lebih tinggi
Itulah smong namanya
Sejarah nenek moyang kita
Ingatlah ini betul-betul
Pesan dan nasihatnya
(dikutip dari https://www.facebook.com/permalink.php?id=275107325946280&story_fbid=277995378990808)
buat yang belum tau, di Aceh ada 13 suku bangsa asli, yaitu suku Aceh, suku Gayo, Aneuk Jamee, suku Singkil, suku Pakpak, suku Alas, suku Kluet, suku Tamiang, suku Devayan, suku Lekon, suku Sigulai, suku Haloban dan suku Nias
Nah, lagu tadi adalah lagu dalam bahasa Devayan, masyarakat/suku yang mendiami pulau Simeulue.
Masyarakat Simeulue telah mengenal gelombang besar atau tsunami itu dengan nama Smong dari kejadian ratusan tahun lalu dan diceritakan lewat lagu tersebut. Namun, ternyata perlu dicatat bahwa tak semua tsunami ditandai dengan air yang surut.

Saat tsunami (yang disebabkan pergerakan lempengan bumi) terjadi, ada gelombang positif dan gelombang negatif. Dalam kejadian tahun 2004, gelombang tsunami yang bergerak ke barat (Sri Lanka, Maladewa..) dari titik lempeng adalah gelombang positif, sedangkan gelombang tsunami yang bergerak ke arah timur (Aceh) adalah gelombang negatif, dimana gelombang negatif ini bergerak tanpa ciri-ciri air laut yang surut dan kekuatannya lebih merusak.

Kebetulan pergerakan lempeng di barat Sumatera mengakibatkan tsunami dengan ciri-ciri demikian, sehingga “warning system” masyarakat Simeulue bekerja dengan baik. Maka bisa jadi ini mitos yang berbahaya (terutama bagi wilayah lain selain barat Sumatera) mengingat pergerakan lempengnya berbeda-beda dan akan menimbulkan gelombang tsunami yang berbeda pula (tidak ada tanda-tanda air surut, tiba-tiba gelombang tsunami menerjang).
Jika ingin penjelasan lebih jelas, sila lihat video berikut ini, Kronologis detik-detik Tsunami 2004:


(lompat ke menit 42:40, gambaran tentang gelombang positif dan negatif)

Hal ini mengingatkan kita bahwa manusia benar-benar rentan terhadap bencana alam, dimanapun dan kapanpun. Terutama jika tsunami terjadi, kita belum punya warning system yang pasti.

Saya tadi posting beberapa tweet tentang ketidaksiapan ini:

#9thnTsunami move on. Seberapa siap siaga kita dengan bencana alam yg mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal kita?
— Zakwan Oebit  (@zakwannur) December 26, 2013

#9thntsunami mungkin pun bukan lingkungan yg biasa kita tempati. Bencana jg mungkin trjadi di tempat kita berlibur. Pikirkan kemungkinannnya
— Zakwan Oebit  (@zakwannur) December 26, 2013

#9thntsunami Kalau terjadi bencana a, harus bagaimana? kalau b, pikirkan, harus bertindak seperti apa? Siaga bencana mengurangi korban jiwa.
— Zakwan Oebit  (@zakwannur) December 26, 2013

Terus kebetulan setelahnya juga ada tweet dari mbah @sudjiwotedjo tentang penyebutan bencana yang terlalu sadis bagi alam. Hm, ada benernya juga, apa yang kita sebut bencana alam ini kan cara alam menyeimbangkan diri, seperti kita ketahui Bumi dan alam ini terus berkembang dan wajahnya akan berubah, baik karena ‘bantuan’ manusia (longsor)  maupun bukan (seperti gempa, tsunami).

@sudjiwotedjo iya tergantung perspektifnya, mbah. dalam bencana alam ada yg disebut kerugian dan korban jiwa. dalam sabda alam, disebut apa?
— Zakwan Oebit  (@zakwannur) December 26, 2013

@zakwannur Ya mari kita pikirkan bersama, termasuk bersama pusat bahasa. Gmn cara kita menamai “kerugian” dan “korban jiwa” dlm Sabda Alam
— Bpk of Bpk Bangsa (@sudjiwotedjo) December 26, 2013

@sudjiwotedjo jadi, misalnya: siaga dan penanggulangan bencana itu tetap ada buat perspektif yg gak mau mengalami kerugian..
— Zakwan Oebit  (@zakwannur) December 26, 2013

Ya begitulah menurut saya, kita sebut bencana alam jika menurut kita itu merugikan dan harus dihindari (dengan siaga dan mitigasi bencana), bisa kita sebut ‘sabda alam’ seperti mbah @sudjiwotedjo katakan jika kita dapat mengambil pelajaran darinya. Kedua-duanya bisa berdampingan.

Semoga bermanfaat.

Categories
Boleh tahu?

Golden Rule: Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.

Golden Rule, atau aturan emas, atau etika timbal balik (the ethic of reciprocity) adalah satu aturan yang sepertinya diajarkan dalam (hampir) semua budaya atau agama, meski disampaikan dengan kata yang berbeda-beda.

Misalnya seperti ini:

• Buddha
Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang kamu sendiri menganggap itu menyakitkan. – Udana-Varga 5.18

• Chinese (Konfusius)
Apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita, jangan lakukan itu kepada orang lain.- Confucius, Analects 15.23

• Hindu
Inilah sejumlah tugas: jangan berbuat kepada orang lain apa yang akan menyakitkan jika itu dilakukan padamu. – Mahabharata 5:1517

• Yudaisme (Yahudi)
Apa yang kamu benci, jangan lakukan itu pada saudaramu. Inilah seluruh Torah, selebihnya adalah penjelasan.– Rabi Hillel, Talmud, Shabbath 31a

• Kristen
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.– Matius 7:12

• Islam
Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga dia menyukai (menginginkan) bagi saudaranya segala (kebaikan) yang dia sukai bagi dirinya sendiri. – Hadist

dan banyak lagi, seperti:

• Baha’i Faith Texts
Lay not on any soul a load that you would not wish to be laid upon you, and desire not for anyone the things you would not desire for yourself.

• Jainism
One should treat all creatures in the world as one would like to be treated. – Mahavira, Sutrakritanga

• Sikhism
I am a stranger to no one; and no one is a stranger to me. Indeed, I am a friend to all. – Guru Granth Sahib, pg. 1299

• Taoism
Regard your neighbor’s gain as your own gain and your neighbor’s loss as your own loss. – T’ai Shang Kan Ying P’ien, 213-218

• Unitarianism
We affirm and promote respect for the interdependent web of all existence, of which we are a part. – Unitarian principle

• Zoroastrianism
Do not do unto others whatever is injurious to yourself. – Shayast-na-Shayast 13.29

• Native Spirituality
We are as much alive as we keep the Earth alive. – Chief Dan George
———————————————————
Inti aturan tersebut adalah, perlakukan orang lain, seperti Anda ingin diperlakukan. Sebagian besar pasti setuju, tapi sepertinya, beberapa dari kita lupa prinsip ini.
BOclwTaCYAATk17 (1)
Di beberapa tempat, dimana muslim sebagai minoritas, mereka meminta kebebasan beragama.
BOcwH5cCIAAGKgY Tapi di negeri kita, dimana muslim sebagai mayoritas..

BOcwX1GCIAAk52t
hak minoritas / kebebasan beragama dihancurkan. 🙁
Mungkin karena kita terlalu dikotak-kotakkan oleh A, B, C dan perbedaan lainnya, kita lupa kalau kita sama-sama manusia, akhirnya terpikir kalau yang pantas mendapat perlakuan baik hanya ‘saudara’ seiman kita.
Padahal golden rule berlaku untuk semua manusia, dengan iman ataupun tanpa iman.
Semoga kita sadar lagi, untuk mendapat perlakuan baik, tentu sebisa mungkin harus berbuat banyak hal baik pada semua orang. Tapi jika mendapat perlakuan buruk/negatif, jangan dibalas dengan hal buruk, karena yang bakal terjadi justru keburukan yang lebih panjang.

Be a reflection of what you’d like to see in others! If you want love, give love, If you want honesty, give honesty, if  you want respect, give respect.

and..

A sadist is just a masochist who follows the golden rule.