Categories
Blog Contest Boleh tahu?

Internet dalam dunia pendidikan Aceh, termasuk di dalamnya peran serta akses internet cepat Speedy

Tsunami di Aceh telah merubah pola kehidupan dan wawasan masyarakat Aceh secara global. Dalam bidang pendidikan misalnya, peran internet yang dulunya jarang digunakan sekarang semakin bertambah, apalagi PT. TELKOM menargetkan akan memasang 7.200 Satuan Sambungan Layanan (SSL) jaringan Speedy bagi percepatan akses internet di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Speedy sendiri adalah produk Layanan Internet access end-to-end dari PT. TELKOM dengan basis teknologi Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL), yang dapat menyalurkan data dan suara secara simultan melalui satu saluran telepon biasa dengan kecepatan yang dijaminkan sesuai dengan paket layanan yang diluncurkan dari modem sampai BRAS (Broadband Remote Access Server). Program TELKOM tersebut lebih menitikberatkan pada pendidikan teknologi informasi dan jasa internet kepada pelajar.

Internet  memiliki kontribusi yang besar dalam dunia pendidikan seperti dalam hal penyediaan informasi yang cepat, tepat, dan cermat. Dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa terjadi kecenderungan baru bagi pola pikir dan pola belajar pelajar modern yang lebih memilih internet sebagai penyedia informasi.

Dapat disebutkan peranan internet di dalam dunia pendidikan khususnya bagi guru atau pendidik adalah sebagai berikut : 

  • media sumber ilmu pengetahuan 
  • sarana berbagi sumber dengan rekan seprofesi
  • sebagai media kerjasama dan komunikasi dengan guru diluar daerah atau bahkan diluar negeri
  • jembatan pemersatu dalam pendidikan, seperti Jardiknas yang ada di Indonesia
  • media akses berbagai bahan ajar dari seluruh dunia

Sedangkan peranan internet bagi pelajar adalah sebagai berikut :

  • sumber ilmu pengetahuan dan wawasan
  • media komunikasi antar pelajar atau orang lain
  • media praktek dari teori yang telah dipelajari

Speedy sebagai salah satu penyedia jasa internet yg cepat, setidaknya telah merubah dunia pendidikan di Aceh kearah yg lebih maju.

Categories
Blog Contest Boleh tahu?

Budaya Aceh

Budaya asli masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berupa kesenian dan adat istiadat tradisional yang dipengaruhi ajaran dan hukum Islam yang diwariskan para leluhur. Pasca Tsunami 2004, banyak NGO-NGO asing yang datang dari luar negeri untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi di aceh. Mereka membawa budaya dari negeri mereka masing-masing.

Munculnya budaya asing itu dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai yang bersifat kontradiktif dengan adat-istiadat masyarakat setempat. Adat istiadat atau Budaya Masyarakat Aceh di antaranya adalah:

Bahasa

Orang Aceh mempunyai bahasa sendiri yakni bahasa Aceh. Bahasa Aceh sendiri terdiri dari beberapa dialek, di antaranya dialek Peusangan, Banda, Bueng, Daya, Pase, Pidie, Tunong, Seunagan, Matang, dan Meulaboh, tetapi yang terpenting adalah dialek Banda.

Pakaian Adat dan Perhiasan Pengantin

Pengantin laki-laki (linto baro) maupun pengantin perempuan (dara baro), keduanya sama-sama menggunakan baju, celana panjang dan sarung songket. Bahan dasar pakaian pengantin ini dahulu ditenun dengan benang sutera. Pada masa sekarang bahan pakaian banyak yang terbuat dari kain katun, nilon, planel dan sebagainya. Bagi pengantin laki-laki baju dan celana berwarna hitam, sedangkan pengantin perempuan baju berwarna merah atau kuning dengan celana panjang hitam.

Tarian Tradisional

saman

• Saman
• Tari Likok Pulo Aceh
• Laweut (selawat)
• Tari Pho
• Seudati

Instrumen

• Serune kale (Instrumen Tiup)
• Gendang
• Rapai
• Canang

Senjata

• Rencong
• Siwaih (hampir sama dengan rencong dan sangat langka ditemukan karena harganya yang mahal)
• Pedang
• Tombak (gagangnya dari kayu, bilahnya dari besi)

Permainan Tradisional

• Geulayang Tunang, yaitu pertandingan laying-layang
• Geudeue-geudeue
• Peupok Leumo
• Pacu Kuda
• Sepak raga

Perlengkapan Kerja Tradisional

Masyarakat Aceh pada jaman dulu menggunakan perlengkapan kerja tradisional, baik dalam bidang pertanian, perikanan maupun dalam kegiatan rumah tangga. Tetapi sekarang ini, perlengkapan tersebut telah tergantikan oleh perlengkapan modern. Berikut sebagian kecil contoh perlengkapan tersebut:
• Perahan Kelapa (Peuneurah U)
• Penggiling Tebu (Weng Teubee)
• Bajak (Langai)

Benda Peninggalan Bersejarah

Provinsi NAD memiliki banyak benda bersejarah peninggalan Kerajaan Aceh, pahlawan Aceh maupun bangsa yang pernah menjajah Aceh. Sebagian di antaranya adalah:
• Pedang Aman Nyerang
• Stempel Cap Sikureung (Stempel Kerajaan )
• Baje Raja (Baju Raja)
• Deureham Kerajaan Pasai
• Deureuham Kerajaan Aceh Darussalam
• Kain Pengantin Pria Gayo
• Ketawak (Ikat Pinggang Laki-laki)
• Selendang (Ija Bungong Keupula)

Itulah Budaya Aceh, yang harus dipertahankan. Banyak anak muda sekarang tidak mengetahui budaya bangsanya sendiri, tidak mengetahui budaya asli daerahnya sendiri.


Artikel ini hanya sedikit mengingatkan kita pada budaya sendiri.
“Semoga kita sebagai orang Aceh tetap mengenal budaya kita sendiri dan terus menjaga serta melestarikannya.”

Referensi: nad.gov.id

Categories
Blog Contest Boleh tahu?

Kemerdekaan Republik Indonesia

Tanggal 17 Agustus 1945, merupakan hari bersejarah yang tak dapat dilupakan oleh bangsa Indonesia. Hari itu di bulan suci Ramadhan, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Merdeka setelah 350 tahun dijajah oleh Belanda dan lebih kurang 3,5 tahun dijajah oleh Jepang.

Rakyat bersama elemen-elemen lain bangkit melakukan perjuangan dan melawan secara terbuka untuk merdeka. Dengan semangat kepahlawanan, pengorbanan dilakukan bahkan sampai ketitik darah penghabisan, dengan tak gentar. Mereka berjuang karena ingin membela dan mempertahankan bangsa, negara dan tanah airnya dari segala bentuk perlakuan brutal dari para penjajah. 

Mereka telah melakukan itu semua demi kita, sebagian mereka telah tiada, sekarang mereka menitipkan kemerdekaan itu kepada kita semua sebagai anak bangsa ini untuk menjaga dan meneruskan negeri ini sebagai amanah, tanpa mengaharapkan sedikit pun imbalan, tanda jasa ataupun penghargaan.

Tapi apakah kita telah menjaga negeri ini sehingga kita merdeka dengan sepenuhnya?

Belum, Indonesia belum merdeka dengan sepenuhnya. Sudah 63 tahun Indonesia merdeka, tetapi masih banyak rakyat Indonesia yang hidup di garis kemiskinan padahal merdeka itu berubah dari ketergantungan dan kemiskinan kearah kesejahteraan.

Masih banyak rakyat yang sakit dan sulit berobat. Penyakit  terorisme, korupsi, kolusi, nepotisme bahkan separatisme, juga belum benar-benar sembuh dan hilang di negara kita ini.Padahal merdeka itu sehat dari berbagai penyakit.

Sudah Merdekakah? Pictures, Images and Photos

Merdeka itu bersatu atau tidak ada yang terpecah-belah, karena hanya dengan persatuan kita bisa mendapatkan segalanya. Bersatu berarti tidak ada lagi proklamasi kemerdekaan yang kedua atau yang kesekian kalinya, di seluruh wilayah Indonesia. beloem oesai

“Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif yang mendidik dan dapat merubah kemerdekaan kita menjadi kemerdekaan yang sepenuhnya.”