Categories
Boleh tahu?

Menulis di atas batu

(by “Y”)

Ungkapan di atas secara harfiah bermakna anjuran untuk belajar di waktu muda.
Jika kita telisik lebih dalam, makna frase ‘belajar di waktu muda’, tidaklah bermaksud bahwa proses belajar terikat dengan faktor usia.

Kata ‘belajar’ memiliki banyak tafsiran. Sederhananya, belajar adalah upaya menimba ilmu dan pengalaman dari siapa dan apa saja. Sedangkan ‘waktu muda’ bermakna kembali ke asal/awal. Maksudnya adalah selalu koreksi diri dan evaluasi. Bisa juga berarti ‘memulai dari nol’.
Frase ‘belajar di waktu muda’ secara utuh mengandung muatan, bahwa kita di anjurkan untuk selalu berupaya mengambil pelajaran dari kesalahan masa lalu dan selalu mengerahkan daya untuk melangkah ke arah perbaikan positif.

Kembali pada ungkapan “Menulis di atas batu” dimana terdapat dua kata yaitu menulis dan batu.

Menulis jika diartikan secara bebas adalah belajar berkesinambungan, tak kenal batas waktu, lokasi dan pelaku. Menulis jangan hanya dibatasi dalam bentuk ‘tinta di atas kertas’, maupun ‘jari di atas tuts’. Menulis juga merupakan aktivitas dari membaca, yang tidak bisa dipisahkan serta senantiasa seiring sejalan. Menulis adalah proses membaca pengetahuan tentang manusia dan kehidupannya. Menulis dan membaca adalah proses pencarian cetak biru mahluk yang bernama manusia. Menulis dan membaca adalah proses pencarian jati diri itu sendiri. Jati diri inilah yang dicetak dan dibentuk pada manusia yang dijadikan Allah sebagai pemimpin di muka bumi, yaitu pemimpin yang mampu menjaga dirinya dan lingkungannya.

Sementara itu, kata ‘batu’ merujuk pada semangat/spirit. Sifat batu tulis itu keras dan padat, menunjukkan bahwa semangat pantang menyerah senantiasa melekat. Lazimnya sifat tersebut ditabalkan untuk para pemuda/i. spirit inilah yang selau ditempa dalam berbagai situasi dan kondisi hingga menghitam dan kokoh bagaikan karang. Tak surut saat badai menghantam, tak lekang dimakan zaman, tak sombong menghadapi pujian.

Menulis di atas batu adalah mengerahkan segala daya upaya untuk membaca kehidupan alam semesta lalu memetik hikmahnya, agar hidup itu sendiri menjadi rahmat bagi semuanya.

Bagaimana menurut pembaca yang budiman? 😀

Lalu “Menulis di atas air” itu apa?

Categories
Funny

Bulan dan Bintang Tersenyum

Tanggal 1 Desember 2008 bertepatan 3 Dzulhijjah 1429, Bulan terlihat seperti mulut yang tersenyum dan gugus 2 bintang terlihat seperti mata di Langit sebelah barat Kota Banda Aceh (Sebenarnya tidak hanya di Banda Aceh). Gabungan keduanya terlihat seperti wajah yang tersenyum. Fenomena ini membuat heboh sebagian warga Aceh. Sebagian lainnya mungkin tidak dapat melihat karena fenomena terlihat hanya beberapa jam (tertutup langit yang mendung) dan letaknya yang tertutup dengan bangunan bila kita berada di permukiman padat. Untungnya, aku sempat mengambil beberapa gambar dari fenomena ini. “cheesee!”

DSC00520

DSC00522

Gambar diatas tanpa di rotate dan edit, karena biasanya bulan sabit itu vertikal seperti ) bukan horizontal. Mungkin nanti malam ada lagi ya?

Categories
Share

Akhirnya ke Funland..

test-lomba

Haaaaaah..lega dah remed matematika, tapi masih ada remed lainnya.

Pulangnya, Main ke funland..sedikit refreshing sama kawan sekelas, jadi menyenangkan.

Orang-orang yang remed Aku, Luthfi, Acin, Inul (Ichwanul) dengan seragam sekolah langsung menyusul Cutut, Luna, Rani dan Nindya yang dah duluan nyampe di Funland. Seru juga sih, walau ga rame.

Sial! berseragam tidak boleh beli tiket (tapi boleh main?)..hehehhe..

Sampai dirumah, Pak Zal, Guru Penjasku, sms isinya aku menang lomba sticker kemaren, waa..sedikit ga percaya!

Lomba membuat sticker AIDS dengan tema:

“the way to fight AIDS is through preventation,
the way to prevent aids is through education.”

Lombanya diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Unsyiah, sekalian dengan lomba Cerdas Cermat AIDS kemarin untuk memperingati hari AIDS (hari ini). Jumlah kasus AIDS di Aceh semakin lama semakin bertambah, apalagi kasusnya di dunia yang tentunya lebih banyak lagi. Untuk mencegah penyakit ini, setidaknya diperlukan pengetahuan tentang bahaya penyakitnya yang menyebabkan kematian. Makanya, kebanyakan penderitanya karena kurangnya pengetahuan cara pencegahannya dan cara penularannya.

Oh iya…Juara 1 mendapat uang+stickernya bakal dipake selama setahun. Juara 2, Juara 3 dapat uang. Alhamdulillah…(katanya nih..) Zakwan juara 1.

Sekarang, tanganku pegal-pegal gara-gara main perkusi, main tinju, main lempar bola di funland. Mainnya ngotot sih..

Halah..kapan-kapan main lagi ya!

Categories
Uncategorized

Libur

Libur telah tiba, libur telah tiba cuma tiga hari
Hore, Hore, Hore..
Simpanlah Gunakan tas dan bukumu
Lupakan keluh kesahmu Siapkan tugas-tugasmu!
Libur telah tiba, libur telah tiba tetap ke sekolah
Hatiku “gembira” !

Kelasku besok sudah mulai libur semester..tapi cuma tiga hari, tak papalah..masih mending ada libur.

Ga bisa simpan buku dan tas, karena tetap masuk sekolah, tapi ga ada kegiatan, paling-paling selesaikan tugas-tugas akhir semester.

Waa! minggu depan bagi rapor..

Categories
Share

Melelahkan

Hari ini..kawan-kawanku ikut lomba Cerdas-cermat tentang AIDS di Fakultas Kedokteran Unsyiah, aku ikut..ikut mendukung mereka! Hehehe..Sebenarnya aku ikut lomba juga, tapi lomba membuat sticker bertema AIDS, do’a-in aku biar menang ya..

Ada dua group peserta dari sekolahku (SMA Labschool Unsyiah)

  • Grup a: Hafizh, Amel dan Luna
  • Grup b: Cutut, Cuta, dan Cutit(lho?) Rahmat yang menggantikan Nanta.
  • Supporter: Zakwan, Bayu, Hanani, Rani, Nindya (Mana yang laen?) Guru: Pak Zal, Pak Hadi..
    Masing-masing grup ikut sesi lomba yang berbeda. Sayangnya, tak satupun masuk final, sesi pertama dimenangkan SMA Fajar Harapan, sesi kedua dimenangkan oleh MAN MODEL. Ya gak papalah..lawannya kakak kelas semua. Lagipula..Lomba ini sebenarnya sebagai sosialisasi terhadap penyakit AIDS. Aku gak tau grup sekolah mana pemenang finalnya, capek kalee nonton sampe final!

Pulangnya antar sini terus situ, Seru juga sih! Yang lain mau ke funland, taunya ga jadi, malah senin besok? kenapa? karena aku ga bisa ke funland tadi??

Pulangnya design undangan “Birthday” keponakan di Jakarta, walah.. Belom lagi harus belajar untuk besok, Padahal besok kan libur?

Pokoknya melelahkan, tapi seru!