Review Sarimi Kaldu Ayam Yang Mungkin Jarang Anda Cicip

R

Pasti Anda sudah kenal dong dengan merek Sarimi? Sarimi merupakan salah satu mi instan produksi Indofood, sodaranya Indomie juga nih. Kalau dulu iklannya tuh liriknya begini: “Sarimi.. Sarimi.. dari aroma terbayang kelezatannya.” Sekarang saya coba tulis kesan yang saya rasakan setelah makan mi yang ada gambar om jinnya ini.

Meskipun Sarimi sudah sering kita dengar dan kita ingat, rasanya saya sangat jarang melihat varian satu ini di rak swalayan zaman sekarang. Rasa yang saya review kali ini adalah Kaldu Ayam. Bungkusnya berwarna hijau, dengan gambar jin yang sepertinya sudah direvisi berkali-kali. Sangat berbeda dari terakhir kali saya memperhatikan gambar jin ini.

Satu bungkus Sarimi Kaldu Ayam beratnya 70 gram, dengan total energi sebesar 320 kkal. Harganya rata-rata sekitar 1500 rupiah. Artinya biaya per 100 kalorinya sebesar 468 rupiah. Wow, termasuk murah. Protein yang didapat pun tinggi, yaitu sebesar 7 gram. Poin plus lainnya garam yang ada dalam satu sajian mi ini termasuk rendah, hanya 670 mg. Tapi sayang gulanya tinggi, yaitu sebesar 11 gram (buset, ampe dua digit).

Bagian belakang bungkusnya mencantumkan alergen di komposisi, yaitu telur dan kedelai. Mungkin juga mengandung kacang tanah, udang, ikan dan susu. Mi ini termasuk mi halal dan tercatat di BPOM RI.

Saya lupa foto bentuk mi mentahnya, kalau rasa mentahnya sih enak banget, khas bau mi Indofood pada umumnya. Bentuknya sangat keriting dan mungil. Menurut saran penyajian untuk merebusnya diperlukan air mendidih sebanyak 400 cc, direbus selama 3 menit.

Untuk membentuk rasa kuahnya hanya ada bubuk bumbu dan cabe bubuk. Dah gitu tok.

Bubuk bumbu dan cabe ditaruh ke dalam mangkok kemudian rebusan mie dituang ke atas bubuk tersebut. Setelah itu diaduk. Bagaimana rasa Sarimi Kaldu Ayam ini?

Pertama kita nilai dari aromanya, hmm memang betul dari aroma terbayang kelezatannya. Ada bau ayam yang sangat kuat. Kalau dari tampilan juga kuahnya seperti pas, tidak kebanyakan dan tidak bening. Berbeda dengan tampilan di bungkusnya yang digambarkan bening.

Saat matang sarimi ini terasa sangat halus, tidak begitu kenyal. Rasanya sih tetap enak dan menyatu dengan rasa kuah kaldu ayamnya. Ya, rasanya benar seperti kaldu ayam. Bubuk cabenya sih mengendap di bawah semua tapi kuahnya terasa pedas di bibir, lebih tepatnya sih panas, apa ini efek dari lada bubuknya ya?

Bisa dibilang menggunakan air sebanyak 400 ml untuk kuah mi ini sudah tepat, tidak berlebihan. Buat saya sih rasa asinnya pas. Secara keseluruhan mi ini termasuk enak untuk rasa ayam bawang, tapi tidak berkesan. Saya gak suka aftertastenya yang terasa asam di mulut bahkan hingga berjam-jam setelah minum air.

Segitu dulu ulasan dari saya, buat kalian yang sudah mencoba Sarimi Rasa Kaldu Ayam ini, kalian juga bisa lho ikut menambahkan skor lewat kolom komentar di bawah. Ya siapa tau ada yang masih ingat rasanya.

Baca juga review Mi Instan lainnya yang saya tulis di blog ini.

Sarimi Kaldu Ayam

Rp. 1500
6

Rasa

6.5/10

Porsi

4.6/10

Aroma

7.0/10

Keunggulan

  • Murah
  • Aroma yang lezat
  • Rasa mi yang menyatu dengan kuah
  • Menyediakan informasi alergen
  • Rendah garam

Kekurangan

  • Tinggi gula
  • Membosankan
  • Meninggalkan rasa asam di mulut

Tentang penulis

Beri Komentar

seventeen − 4 =

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories