Categories
Share

Law of Attraction

Bermula dari sebuah toko buku, tiap kali saya ke toko buku PASTI saya mampir ke bagian buku psikologi. Saya paling suka baca buku psikologi (dan sebenarnya pun saya punya obsesi kuliah di jurusan psikologi) :D, jadi waktu lagi baca-baca buku, saya liat buku yang judulnya The Power of Money Magnet. Setelah membaca sedikit, saya pun tertarik untuk membelinya.

Barulah sebulan setelah buku itu terbeli saya sempatkan diri untuk membacanya sampai habis, singkat cerita buku itu selesai dibaca dalam beberapa jam pada hari Minggu tanggal 14 Oktober 2012.

Buku ini bercerita tentang bagaimana kita bisa memprogram pikiran bawah sadar untuk mewujudkan impian kita, tentang ditarik dan menarik, juga tentang keajaiban. Hal-hal yang kita temukan dalam buku ini sebenarnya sering sekali kita alami dan bukanlah hal baru.

The law of attraction, atau hukum tarik menarik menurut yang ditulis Pak Dedy Susanto di buku ini sebenarnya sesuatu yang sudah ada sejak permulaan bumi ini diciptakan oleh Tuhan. Intinya apapun yang terjadi dalam kehidupan kita adalah hasil dari hukum tarik menarik.

Contoh sederhana hukum tarik menarik bekerja seperti ini.. ketika kita diejek/dihina oleh orang lain dan kita memedulikannya, sebenarnya kita telah ditarik oleh orang tersebut. Setiap kali dalam hidup kita ini adalah proses tarik-menarik, ketika kita tidak menarik, maka kitalah yang ditarik. Artinya dalam kasus penghinaan tadi, kekuatan “menarik” kita LEMAH! dan kita berhasil ditarik oleh orang lain yang lebih kuat kekuatan menariknya. Hasilnya apa? Akan muncul energi negatif, energi negatif ini akan membawa kita kepada hal-hal negatif. Entah itu dendam, marah dan sebagainya. Padahal gak seharusnya energi negatif/perkataan hina/perbuatan orang lain mencuri dan menyerap kebahagiaan/energi positif kita.

Contoh lainnya mungkin ramalan atau prediksi, ketika kita membaca ramalan sebenarnya kita ditarik olehnya, dan ketika kita meyakini isi ramalan itu akan benar terjadi, maka semakin kuat ramalan itu akan terjadi dan parahnya ketika ramalam terjadi semakin kuat kita ditarik untuk mempercayai ramalan berikutnya, bahkan meyakini ramalan buruk yang tak sesuai keinginan kita. Apapun yang kita lakukan pada hari saat kita meyakini sebuah ramalan adalah proses pembentukan hidup seperti yang ada di ramalan.

Hukum tarik menarik ternyata bekerja dengan baik pada hidup saya sebelum saya sendiri tau atau menyadari bahwa hal-hal tersebut dinamakan hukum tarik menarik. Ketika saya ingin sesuatu, seringkali keinginan saya terwujud. PASTI terwujud! Kenapa saya begitu yakin? karena saya merasa hidup saya selalu beruntung. Siapa yang menabur, dia yang menuai.. ketika saya punya impian. Ada dua hal, mungkin saya belum menabur sama sekali atau mungkin saya sudah menabur tapi belum waktunya untuk saya menuainya. Atau mungkin (dan ini seringkali terjadi) sebenarnya kita telah mendapat hasilnya tapi kita tidak menyadarinya karena hasil itu dalam bentuk lain yang nilainya sama/bahkan lebih besar.

Saya SANGAT-SANGAT percaya dengan kekuatan berpikir positif, unik ketika kita punya pikiran yang selalu positif, sebenarnya kita nggak punya masalah. Karena tiap masalah sendiri ternyata dipandang positif.

Saat membaca buku The Power of Money Magnet ini, kita akan seringkali menemukan kata frekuensi, gelombak, otak, pikiran, bawah sadar dsb. Karena memang itulah bagian konsep dari hukum tarik menarik. Intinya bagaimana kita bisa menangkap keajaiban yang ada di dunia ini.

“Keajaiban itu selalu tersedia, hanya kita kadang-kadang harus berada pada frekuensi tertentu untuk dapat menangkap keajaiban itu”

–Dedy Susanto

Pada buku ini juga terdapat testimoni dari orang-orang yang ikut training Money Magnet (konsep menarik uang dengan Law Of Attraction). Sangat sulit mempercayai apa yang ditulis orang-orang ini, rasanya seperti karangan. Tapi saya percaya, pastilah itu semua asli dan keajaiban pun  terjadi pada kehidupan saya.

Memang seperti yang saya katakan, law of attraction ini selalu terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Lalu untuk apa orang itu repot-repot ikut training segala? Ternyata karena kita belum mengoptimalkan frekuensi kita sendiri, sering kali kita yang ditarik oleh keadaan. Sehingga apa yang terjadi diluar apa yang kita inginkan. Atau kita sudah berusaha menarik, tetapi ada mental block yang bilang,

itu gak mungkin

“saya gak bisa”

”saya kok bodoh sekali”

Tidak perlu waktu lama bagi saya merasakan keajaiban hukum tarik menarik, karena saya sudah meyakininya berdasarkan kejadian-kejadian besar sebelumnya. Ceritanya begini, sudah sebulan lebih saya berada di lingkungan kampus baru dan saya selalu berjalan kaki ke kampus yang jaraknya kira-kira 1,5 km dari kosan saya. Nah, setelah saya membaca buku tersebut dan mempraktekkannya dengan mengoptimalkan frekuensi saya. Percayakah Anda 3 hari berturut-turut (15, 16, 17 Oktober 2012) saya mendapat tumpangan ke kampus? mwehehe. Saya nggak bohong.

Jadi sebelum keluar dari kamar, saya selalu punya afirmasi sederhana yg saya dapat dari buku itu, begini.. “Saya pasti bertemu orang hebat hari ini, agar menambah wawasan dan semangat saya!” dan ketika saya sampai di jalan, saya selalu berpikir bahwa pasti akan datang orang yang tiba-tiba mengajak saya naik kendaraannya sampai ke kampus. Dan benar saja, tiga kali saya menerapkan ini, TIGA HARI BERTURUT-TURUT adaaaa saja orang berbeda-beda yang mengklakson saya dari belakang dan ternyata mengajak saya pergi bareng ke kampus dengan kendaraannya. Luar biasa ternyata hasil dari berpikir positif dan optimis! Padahal sebelumnya saya selalu jalan kaki..

Apa yang saya tulis sebenarnya bukan promosi buku, ada banyak kok buku-buku yang menulis tentang Law of Attraction. Coba deh praktekin hukum tarik-menarik ini.. Saya cuma pengen nggak banyak orang yang hidupnya selalu mengeluh.

Kita semua punya impian dan keinginan, tapi keinginan saja terlalu lemah untuk menarik apa yang kita inginkan. Nah, sekedar keinginan tidak cukup, kita harus membentuknya dalam harapan yang kita ucapkan, dan lebih kuat lagi efeknya jika harapan ini ditulis. Pernah dengar tentang pohon harapan kan? Pohon ini berisi harapan yang ditulis orang banyak. Pasti pernah dengar juga setiap ucapan adalah doa dan doa Ibu sangat cepat terkabul (saya paling percaya ini). Saya punya cerita, suatu hari ketika saya ingin pergi dan pamit dengan Mamak (ibu) saya, Mamak saya berkata, awas helmnya hilang, hal ini terus terpikir oleh saya diperjalanan dan benar saja helm saya hilang hari itu dan dilain hari ketika saya pamit lagi ketempat yang sama, beliau bilang “awas sandalnya hilang!” Dan benar saja sandal saya hilang hari itu.

Berbeda dengan saya, Ibu saya seringkali khawatir dan berpikir negatif (ntahlah mungkin ini yang dinamakan insting seorang ibu), sejak saat itu seringkali saya minta ibu saya untuk hanya mengucapkan yang baik saja. Bukannya mengingatkan itu tidak baik, tapi lebih baik mengucapkan “hati-hati” atau “selamat di jalan”. Karena ini sudah mencakup segalanya. Pasti banyak kan orang tua yang bilang ke anaknya awas jatuh! awas jangan main ini nanti itu dsb! Lalu saat itu juga terjadilah apa yang dikatakan dan si ibu berkata, “Benar kan yang ibu bilang.” (ya karena perkataan adalah doa)

Harapan yang kita ucapkan dan kita tulis, apalagi jika diketahui oleh orang lain, akan memperkuat hukum tarik menarik agar harapan kita terwujud. Orang lain ini akan menjadi layaknya repeater dari sinyal yang kita keluarkan. Apalagi jika orang yang mengetahui harapan kita diamini oleh orang lain. Nah, karena saya begitu percaya doa ibu adalah paling cepat terkabul, saya sering kali mengungkapkan harapan saya pada ibu. “Mak, doain wawan…blablabla.. ya”, Ya, saya yakin setelah usaha, minta didoakan ibu adalah senjata ampuh.

Oiya, biasakan mendoakan kebaikan buat orang lain, terutama mendoakan orang tua kita. Kapan terakhir kali mendoakan orang tua? Apa doa itu diucapkan dengan tulus atau sekedar dibaca dengan cepat karena sudah dihafal tanpa memahami isinya? Dan biasakan mengamini setiap harapan baik dari orang lain. Bayangkan indahnya hidup kita saling mendoakan kebaikan kepada sesama. Doakan orang lain sehat selalu, doakan orang lain dimudahkan rejekinya! Mungkin kebanyakan dari kita susah berdoa dengan ikhlas untuk kebaikan orang lain terutama masalah rejeki! Tapi percayalah setiap kebaikan yang kita beri, akan dibalas berkali kali lipat.

Saya sangat percaya konsep memberi 1 dan dibalas 10 oleh Tuhan, saya yakin apa yang saya miliki sekarang adalah hasil dari yang saya tabur. Orang-orang bilang saya manusia hoki, sampai-sampai kalau melihat saya memegang gadget dibilang “kalau yang ini dapat dari kuis apa wan?” Hehehe. Bukannya hidup saya tidak punya masalah dan dapat enak melulu, tapi apa yang menurut orang lain tidak enak selalu saya coba pandang positif. Bayangkan masalah apa yang dirasa paling berat? Apa itu lebih berat daripada tidak bisa bernafas lagi?

“Stay positive, be happy!” 🙂 katakan: “Saya adalah penguasa dari pikiran saya dan apa yang saya inginkan PASTI terwujud.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *