Sebuah Pengalaman Berharga

S

Kemaren saya ke sebuah tempat yang bernama Rumah Belajar Sahaja (Sahabat Anak Jalanan) Ciroyom bareng sama kawan-kawan, mahasiswa Aceh yang kuliah di Telkom.

Lokasi panti ini ada di pasar bermartabat Ciroyom, tempatnya berada di atas atap gedung parkir disana.
Ini pertama kalinya saya kesini dan ini pertama kalinya saya ngeliat langsung aktivitas “ngelem”. Mereka (anak jalanan) ngelem gak pake ngumpet lagi, ada yang ngelem dengan menghirup-hirup plastik berisi lem, keliatan lem didalamnya udah kering dan mereka sangat menikmatinya. Ada juga yang ngelem dari kaleng kecil dibalik baju mereka. Ada yang ngelem sambil main gameboard, ada juga yang ngelem sambil main bola. Segitu terbiasanya mereka? 🙁
antarafoto-1285075201-
(FOTO ANTARA/Heru Salim/ed/ama/10)


Waktu saya sampai disana kebetulan pas maghrib, jadi orang-orang pada shalat di Masjid yang juga ada di atas atap itu. Malam itu lagi SuperMoon, dan pemandangan dari atas atap sangat indah. Apalagi ditambah lagu-lagu nyanyian dari anak jalanan itu.

Nah, selesai shalat kami langsung berkumpul untuk memberi hiburan, sial saya gak bawa kamera jadi gak bisa dokumentasiin serangkaian aktivitas yang dilakukan.

Waktu itu disana ada kakak-kakak mahasiswa (dari universitas lain), mereka relawan pengurus Rumah Belajar itu, jadi udah akrab lah sama anak-anak disana..

“Adik-adik, ngumpul semua disini.. Ayo lemnya disimpan dulu ya, lemnya disimpan dulu”

Agak susah memang menyuruh anak-anak itu berkumpul, sebagian dari mereka keliatan asik dengan lemnya.
“Ayo kumpul disini, kakak-kakak ini punya hadiah lho. Kita duduk membentuk lingkaran ya..”

Akhirnya anak-anak berkumpul semua, meski bukan semuanya anak kecil.. ada beberapa yang sudah besar. Semuanya sangat antusias maju ke tengah lingkaran untuk beraksi.

Yang pertama maju bernama Yadi, adik kecil ini saya dengar disebut sang da’i cilik 🙂 Dia ‘berceramah’ (lebih tepatnya bercerita) tentang kisah hidupnya. Yadi tinggal di Lembang, Yadi sekarang mengamen untuk mendapat uang. Ayah Yadi kecelakaan terlindas kereta api. Cita-cita Yadi ingin menjadi masinis kereta api.
kemudian maju lagi anak-anak lainnya, mulai yang menunjukkan kemampuan menari ala girlband, sampai nyanyi bareng-bareng disertai break dance.

Setelah semuanya maju, akhirnya giliran dari kami yang menunjukkan tari Likok Pulo dan anak-anak ini tampaknya antusias ingin mempelajari tarian itu, terlihat dari semangatnya menirukan tarian. “Ayo, yang paling bagus narinya dapat hadiah”. Kemudian, setelah semua pertunjukan hiburan, waktunya makan bersama..

Selesai makan bersama, keadaan mulai random. Maksudnya udah mulai terpisah-pisah gitu, ada yang asik curhat sama kakak-kakak mahasiswa, ada yang ngobrol sama temennya, ada yang menikmati snack-nya, ada yang lanjut ngelem lagi dsb.

Saat itu saya ngeliat satu anak yang tampaknya menarik, dia dikerumunin kawan-kawan saya, saya pun ikut kesana. Ternyata anak itu bernama Ari, Ari sangat dewasa dalam berkata-kata. Saya semakin tertarik mendengar obrolan saat itu.

“Terimakasih ya kakak-kakak udah datang kesini. Ari doain kakak-kakak semua cepat lulus..”

“AMIIIN!” teriak kami.

“semoga cepet dapat pacar..”

“Ari pacaran?”

“belom, nantilah.”

“Ari sukses dulu, baru cari pacar” Kata salah satu dari kami.

“Iya, kalau kata John Lennon kan kita itu butuh cinta.”

Saya takjub, darimana Ari tau quote John Lennon segala?

“Dari warnet lah, makanya tuh  kalau ke warnet jangan epbian (FB) sama main games aja.” Kata Ari sambil ketawa.

Wow. Lagi-lagi saya takjub. Kami takjub. Serasa diberi petuah sama orang tua.

Ari sehari-hari suka belajar, mengamen biasanya sampe ke daerah Cihampelas. Ari paling suka baca buku, nulis puisi dan sebagainya. Ari tampaknya menyukai Tan Malaka dan Widji Thukul, Ari sedikit bercerita tentang mereka, termasuk tentang Widji Thukul yang hilang diculik (dan jujur saya gak tau bahkan gak pernah dengar tentang Widji Thukul sebelumnya).

Wawasan Ari cukup luas, semangat membacanya sangat tampak, terbukti dari pengetahuan yang dimilikinya.

“Ari punya twitter gak?” tanya kami.

“Nggak, Ari punya Facebook aja. oh iya, bagusan mana sih kalo bikin blog dari WordPress atau Blogspot?”

Saya nanya, emang Ari mau nulis apa nanti di blog? katanya dia mau nulis puisi, cerita dan sebagainya.

Setiap kata-katanya membuat kami takjub. Kami takjub dengan kecemerlangannya.
image(bukan video yang saya rekam sih, cuma mau ngasih tau.. kalo mau nonton videonya, yang baju ijo itu lho yang namanya Ari)

Kami bertanya soal cita-cita Ari.

“Ayo tebak cita-cita Ari apa?” tantang Ari

Mulai dari presiden dan segala pekerjaan lainnya kami sebutkan. Ternyata cita-cita Ari jadi penyanyi.

Siapa sih penyanyi favorit Ari?

“Ari kalau suka lagu bukan karena penyanyinya, tapi karena lagunya enak. Hm, kalau penyanyi mungkin John Lennon, Ari pertama kali dengar lagunya yang imagine. Ari suka lagu itu sama yang Dream itu.. yang liriknya Was it in a dream, was it just a dream? I know, yes I know. Tau kan?” Kata Ari sambil meniru lirik lagu tersebut.

Ari ternyata masih kelas 6 SD. Beruntung Ari bisa dan punya kemauan bersekolah. Selasa nanti (8 Mei) hari pertama Ari Ujian Nasional SD. Ari nanti mau ngelanjutin ke SMP 41.

“Yang deket-deket ajalah, nggak usah jauh-jauh. Ngapain jauh-jauh tapi nggak semangat belajar”.

JLEB

Ari nggak ngelem, walau dia pernah coba sekali. “Cuma mau tau rasanya”. Begitulah Ari, nggak banyak hal lain yang saya ketahui dari dia, tapi saya yakin dengan semangatnya seperti sekarang, kelak dia pasti bisa mencapai apa yang dia mau.

——————–

Inilah salah satu pengalaman berharga saya. Belajar untuk lebih bersyukur lagi. Lebih mensyukuri apa-apa yang saya punya saat ini. Lebih semangat dalam menjalani hidup. Masalah yang saya keluhkan ternyata belom seberapa dengan kerasnya hidup yang mereka alami.

Oiya, Rumah Belajar Sahaja Ciroyom (RBSC) ini pernah ada di K!ck Andy Hope lho 🙂

Tentang penulis

Beri Komentar

Get in touch

Categories