Sok Cool? Sok ini, Sok itu, Sok bla bla bla

S

2012! ini tulisan pertama lagi di blog saya.. setelah sekian lamaa 😀
Hey, Kenapa sih membahas tema ‘Sok’? Baiklah, karna ditahun ini saya sendiri mendapat predikat ‘Sok Cool’ (lagi). Yah.. lagi..

Sok Cool. 

Sebutan yang paling gak saya suka. Gimana nggak? saya nggak berlagak cool kok. Trus kenapa dibilang sok cool?
Apa salah saya? Dari mananya yang Sok Cool? Dari Muka? Yah.. muka saya emang dari kecil ‘dingin’ gitu, normalnya gak ada ekspresi alias poker face.
image
Lihat foto anak-anak itu, mereka memang tercipta dengan ekspresi wajah seperti itu. Sejak kecil! Lantas, mereka yang masih kecil itu, apa mereka ‘membuat-buat’ wajahnya agar terlihat dingin? Mereka sama sekali tidak bermaksud..
Dan anak-anak itu adalah saya waktu kecil. Kalo memang sok cool yang dimaksud muncul dari muka saya. Sejak kecil memang muka saya datar gitu. 🙁
Saya benar-benar bingung ketika ada orang bilang “Wan, mukanya jangan sok cool gitu dong” atau, “Jangan sok cool deh”. WTF. Orang yang bilang saya ‘sok cool’ berarti orang yang belum mengenal dekat kepribadian saya. Rasanya saya pengen kentut di depan mereka dan bilang, ”apakah itu sok cool yang dimaksud?” Rasanya saya pengen ngupil didepan mereka, trus peperin upilnya. (kok jadi jorok) 😛
Ya, hal-hal konyol itu saya lakukan sejak kelas 1 SMA. Saya pindah dari Jakarta, masuk ke sebuah sekolah baru di Aceh. Di kelas baru saya, ada seorang cewek yang secara frontal bilang ke saya, yang kira-kira gini:
“Ké (kamu) itu sok cool!”.
Secara terang-terangan dia memperlihatkan ketidaksukaannya ke saya. *JLEB*
Saya bingung, saat itu saya anak baru di kelas baru, saya gak punya teman satu SMP disana, ditambah lagi saya anak yang pendiam (saat itu). Otomatis saya berpikiran, apakah saya seperti itu dimata anak kelas yang lainnya? Saya gak bisa dong langsung berlagak dekat dengan semua orang. Berbeda dengan anak-anak lainnya, mereka punya teman-teman yang lebih dulu udah kenal. Saya pun menceritakan permasalahan ini ke cewek tersebut. Tebak? dia malah jadi teman terdekat saya semasa SMA. 🙂
Sejak menceritakan itu, mulailah saya mencari cara menghilangkan gelar ‘Sok Cool’ itu. Saya berbuat konyol, saya pun menjadi orang yang ‘super gak jelas’, menurut saya itulah UnCool. Daripada semakin banyak orang yang menobatkan saya sebagai orang Sok Cool. Foto-foto ekspresi aib pun banyak tercipta di masa itu. Dan.. hey! ternyata cara ini berhasil, saya menjadi lebih berwarna, gak monoton. Kelas itu pun jadi kelas paling berkesan buat saya. Just being my self ternyata gak baik.. karena pribadi saya sebenarnya pendiam. Saya pun mencoba sisi terbaik dari saya. my BEST self. Cuma ya.. ketika saya gak ngapa-ngapain, tetap aja (mungkin) ‘Sok Cool’ itu muncul lagi. Ya bawaannya gitu 🙁
Kini, saat kuliah, Saya pindah dari Aceh ke Bandung, dan gelar sok cool datang lagi. Walau gak semuanya frontal ke saya, tapi satu orang buat saya semacam mewakili pandangan orang lain.. 🙁 hey, don’t judge a book by its cover.
Baiklah, jangan terlalu diambil pusing.. Sok Cool ini masih bisa diatasi, dengan cara berbuat hal-hal yang sangat-sangat tidak cool. Kesan sok tau, sok kenal, sok dekat juga masih bisa dihilangkan dengan cara menjadi pribadi yang diam saja. Sok gaya atau Sok mantap juga bisa diminimalisir dengan cara gak kebanyakan gaya. Lalu bagaimana dengan sok cakep? Apakah kita harus merusak muka kita sendiri?
Nah, itu juga satu gelar yang baru aja saya dapat. Manuskrip pertama predikat ini diberi ke saya adalah di buku tahunan SMA.
IMG_9584
Ini aneh..
Nah, inilah yang membuat saya berpikir. Dipikir-pikir, orang kita emang paling suka bilang orang lain sok. Sedikit-dikit sok, sok ini lah, sok itulah.. bla bla bla.
Saya pun mengartikan bahwa, mengatakan orang lain “sok” sebenarnya adalah bentuk dari mental yang nggak bisa menerima kekalahan, nggak suka, iri dsb.. Benar gak? Kalo ada orang bilang, si itu sok tau banget. So? kalau dia sok tau? Artinya kita nggak suka kan? (Ya, ini termasuk buat diri saya sendiri ketika mungkin-pernah bilang orang lain sok)
Sifat manusia emang suka: tidak suka dengan orang lain tanpa alasan. Dan biasanya nggak suka dengan alasan yang jelas ini adalah cerminan diri kita yang tidak mampu. Sirik (iri) tanda tak mampu. Begitulah katanya..
Benar saja, coba dipahami (ini kalimatnya agak ribet).
Sekarang, kebanyakan orang yang dikatain sok, seperti Sok Alim, sebenarnya karena yang kita lihat perilakunya Alim kan? Makanya kita sebut Sok Alim dan biasanya yang menyebut itu karna gak terima. Mana mungkin ketika kita liat pembunuh lagi bunuh orang, trus kita bilang dia Sok Alim.

Dunia mau kiamat, orang rajin-rajin ibadah dibilang Sok Alim.

Terus contoh lainnya, orang yang dikatain Sok Tau, biasanya saat orang itu memperlihatkan pengetahuannya. Kadang nyatanya yang dikatakan benar, dia memang tau, tapi karena kita nggak terima, nggak suka dan nggak mampu seperti dia, kita menyebutnya Sok Tau. Padahal Sok Tau nya dia bukan sebuah kriminal yang fatal. Yang rugi kan orang yang sok kalopun benar benar sok.
Ada juga Sok Cantik, kenapa sih kita bisa bilang orang itu Sok Cantik? ya karena kita nggak setuju kalau dia itu Cantik. Gak suka aja. Aneh ya? Aneh dong.. Padahal kita setuju dan sering bilang cantik itu relatif.
Nah, yang contoh sok cakep gak saya artikan disini, karena kalo saya lakukan, otomatis saya ini sok cakep beneran.
Jreng!
Baru nulis artikel ini aja saya udah bisa dikategorikan ke Sok Tau ditambah Sok Cool dan Sok Cakep. Bener gak? Ya bener kalo yang baca gak terima dan nggak suka. mwehehe =))

“Adakalanya sok nggak bisa diartikan sebagai makna yang sebenarnya (berlagak), kini sok juga bisa diartikan sebagai ‘memang’.”

*Mohon Maaf bila ada yang tersinggung. Yang tersinggung berarti merasa. 😛 TOS!

Tentang penulis

Beri Komentar

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories