Untuk apa aku belajar Matematika?

U

Huuh, bagiku sekolah itu makin bikin capek aja.. dan sangat terasa di awal tahun pelajaran ini.

Sejak SMA, aku mulai bertanya-tanya, buat apa aku belajar Matematika dan Fisika? Ya maksudku, Matematika SMA ini, Matematika yang ribet, sulit dan susah dimengerti untuk apa tujuannya.

Contohnya saja, belajar Integral, buat apa sih? Belajar Diferensial, Limit Fungsi, Trigonometri dan sebagainya.. sedangkan aku selama hidup mungkin cuma menghitung harga barang, kue, benda dan tidak pernah punya cita-cita menghitung berapa jarak dari bumi ke bintang di luar galaksi sana. (Biar ilmuwan saja yang menghitungnya)

Aku pun pergi ke perpustakaan, mencari tahu disana, buat apa kita belajar Matematika dan Fisika.

Buku-buku pun kubuka, ada penjelasan disana.. Buat apa sih aku belajar Trigonometri? Ternyata ilmu ini dibutuhkan oleh seorang Insinyur Sipil atau seorang Surveyor, Surveyor itu kan orang yang suka ngukur-ngukur tanah, kemiringan dan sebagainya.. Hm, aku gak bercita-cita jadi seorang Insinyur.

Buat apa aku belajar Statistika? Ternyata ini mutlak dipelajari oleh seorang Akuntan.

Buat apa aku belajar Peluang? Penjudi! hehe, dalam soal pelajaran ini aku sering mendengar dadu dan kartu-kartu. Yap, selain itu belajar peluang juga penting buat seorang Aktuaris, seseorang dibidang Asuransi yang menghitung peluang mati seseorang, peluang terjadinya kecelakaan serta keuntugan klien mendapatkan manfaat dari asuransi.

Lalu, buat apa aku belajar Ruang Dimensi Tiga? Banyak aplikasi dari Ruang Dimensi 3 digunakan seorang Arsitek, kalau dipikir-pikir sekarang pun seorang Arsitek, CAD man, lebih sering menggunakan bantuan Komputer dalam tugasnya.

Bab Lingkaran, untuk apa aku pelajari hal ini? Aplikasi dari lingkaran dibutuhkan seorang Ahli Geologi, Yap! Misal ketika mereka mengetahui episentrum dari gempa bumi, dengan radius tercetak, maka ia harus dapat menganalisa daerah mana saja yang patut dievakuasi.

Suku Banyak, seorang Ornithologist perlu ilmu ini, apa itu Ornithologist? sebuah ilmu zoologi yang mempelajari burung, kebiasaan hidupnya dalam kelompok, habitatnya dan sebagainya.

Dan seorang Ahli Biologi Kelautan katanya mengaplikasikan Progam Linear, sementara Matriks diperlukan seorang Ahli Pemrograman Komputer atau biasa disebut Programmer.

Komposisi Fungsi dan Funsi Invers ternyata diperlukan oleh seorang Sosiolog, dimana seorang sosiolog adalah orang yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan.

Seorang Terapis Fisik atau Physical Teraphist banyak menggunakan aplikasi dari Limit Fungsi dalam pekerjaannya, sementara itu Diferensial digunakan seorang Ahli Farmasi dan Integral dipakai oleh Petugas Dosimetri Kesehatan, pada pekerjaannya, seorang petugas Dosimetri kesehatan menghitung luas permukaan tubuh yang akan diberi radiasi atau menghitung volume sel tumor atau kanker dalam tubuh pasien.

Aplikasi dari Vektor salah satunya diterapkan oleh seorang Desainer Otomotif, mereka harus mengetahui bentuk desain mobil yang baik, misal mobil yang aerodinamis sehingga memberikan kenyamanan bagi konsumen juga menghemat bahan bakar.

Transformasi Geometri dibutuhkan seorang Desainer Grafis. APA? Desainer Grafis? aku masih belum paham dibagian mana seorang desainer grafis membutuhkan Aplikasi dari Transformasi Geometri,bukannya seorang desainer zaman sekarang sudah menggunakan teknologi Komputer dalam pekerjaannya?

Notasi Sigma, Barisan dan deret, dan Induksu Matematika salah satunya diaplikasikan oleh ekonom dalam bidang ekonomi, sementara itu Eksponen digunakan oleh perencana keuangan dalam perencanaannya.. Hm lalu buat apa aku belajar Logaritma? mungkin salah satu contoh pekerjaan yang mengaplikasikannya adalah Aircraft Maintenance Manager.

Sialnya, pekerjaan di atas kebanyakan bukan tujuan hidupku.

Selain hal tersebut diatas, matematika dasar, rasanya memang wajib dipelajari, aku cuma sulit untuk mengerti buat apa aku belajar tentang Sinus, Tangen, Cosinus dan sebagainya.

Banyak hal lagi dari matematika yang diaplikasikan di dunia nyata.

Guru ku berkata, sebenarnya buat apa kita belajar Matematika? Ya, Matematika itu untuk melatih logika kita. Itu Jawabannya, Matematika kita pelajari untuk melatih logika kita (selain itu, juga untuk mendapakan Ijazah).

Sekolah di Indonesia memang capek, kita belajar kadang untuk hal yang sebenarnya tidak perlu kita dalami, teman sekelasku yang baru pulang setelah hampir satu tahun dari program pertukaran pelajar nya di Amerika sana bercerita, selama dia sekolah disana, dia bisa memilih pelajaran apa yang dia suka. Sebut saja Olahraga, Seni Musik, Bahasa Spanyol dsb, diluar kewajiban harus mengambil pelajaran seperti Sejarah Amerika.

Tentu saja dia tidak memilih IPA. Saat kita memilih IPA (di Indonesia) Matematika, Fisika, Kimia, Biologi di Indonesia wajib kita pelajari sekaligus, kita masukkan dan telan semuanya. Padahal bisa saja kita memilih pelajaran lainnya lebih fokus dan menjadi master atau punya spesialisasi dalam bidangnya.

Aku pernah diwawancara salah seorang dari Sampoerna Foundation, salah satu yayasan yang didekasikan untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, ketika bapak itu bertanya:

kalau menurut kamu sistem belajar yang enak itu gimana sih?

Aku cuma bisa jawab:

Belajar yang enak itu belajar untuk pelajaran yang saya suka, saya mau saya bisa memilih pelajaran mana yang ingin saya dalami selama sekolah di SMA Labschool Unsyiah ini.

Ya menurutku, belajar yang enak itu belajar saat kita ikhlas, kapan kita mau dan kapan kita sanggup. Bukan dengan memaksa otak.

Singkat cerita si bapak mengatakan, sistem yang kuinginkan mungkin akan diterapkan di Indonesia, dimana kita wajib mempelajari Sains, tapi kita hanya wajib mengambil 2 pelajaran saja, boleh dipilih dari Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Hmm.. Mungkin enggak ya di Indonesia diterapkan seperti itu? Sementara di Amerika saja setahuku masih dikritik habis-habisan sama pakar pendidikan disana.

Eits, kembali ke topik deh, mungkin aku udah menemukan apa gunanya aku belajar matematika, untuk melatih logika. Cuma aku sedikit capek melatih logika dengan matematika, jujur saja, sampai kelas 3 SMP, aku menjawab soal-soal Matematika dan Fisika dengan logika. Maksudnya logika yang bagaimana? Ya, aku selalu menjawab tanpa cara, beruntunglah tiap ujian dulu, aku sering dapat soal Pilihan Ganda, aku tidak tau bagaimana caranya tapi aku tau jawabannya, bahkan cara itu masih aku gunakan sekarang, masalahnya guruku tidak percaya, sampai aku membuktikannya.

Suatu hari, guru Fisika di SMA ku memanggilku kemejanya, tiba giliranku untuk menjawab sebuah soal:

Zakwannur!

guru tersebut memanggilku dan menyuruhku menyelesaikan soal yang diberikannya.

aku memerhatikan soal tersebut, lalu aku menjawab:

seperempat Bu..

Iya, seperempat, darimana kamu dapatnya?

Saya ga tau bu saya dapat darimana, jawabannya seperempat

Coba dicari dulu pakai cara

Saya ga bisa bu, logika saya bilang seperempat

Logika! Logika! Lobang Gigi Kau!

*sambil tersenyum, lalu Bu Guru lanjut berkata:

kalau kata guru saya dulu seperti itu, logika lobang gigi kau! hahaha. ya udah kamu duduk sana.

Ibu guru memberi nilai dan Aku pun kembali ke tempat duduk (oh indahnya hidup).

dan oh ya! selain itu aku baru sadar untuk apa aku belajar matematika serumit itu, yaitu untuk diaplikasikan ke pelajaran Fisika, dan YA! untuk apa aku belajar Fisika? sementara yang aku tahu manusia punya Fisika Otomatis pada tubuhnya, contohnya saja, ketika kita melompati parit, tentu kita tidak mengambil sebuah kertas dan pulpen untuk menghitung gerak yang akan dilakukan agar tidak jatuh kedalam parit.

Contoh lainya dari Fisika Tubuh, saat kita berkendaraan, membawa mobil misalnya.. Tentu saja kita tidak perlu mencorat-coret kertas, menghitung dengan persamaan tertentu agar mobil tidak menabrak tembok saat membelok.

Aku baru saja belajar Gelombang di kelas Fisika, untuk diaplikasikan kemana pelajaran ini? Apakah kita menghitung Kuat dan Kecepatan gelombang Tsunami saat terjadi (misalnya)?

Ah, tak tau lah. Aku masih tidak tahu untuk apa aku mempelajari fisika.

Tentang penulis

Beri Komentar

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories