Pertanyaan-Pertanyaan Syaitan

P

“Manakala Dia menciptakan-ku menurut Iradah dan keinginan-Nya, maka mengapa Dia membebankan atas diriku untuk mengenal dan menta’ati-Nya ? Apa hikmahnya dalam pembebanan ini ? sementara Dia tidak mendapat keuntungan oleh “keta’atan” dan tidak mendapat kerugian dengan “kedurhakaan ?”

 
“Manakala Dia telah menciptakanku, membebaniku, lalu aku penuhi “pembebanan” Nya itu dengan mengenal serta menta’ati-Nya, maka kenapa Dia membebaniku pula untuk menta’ati Adam dan sujud kepadanya ? Apa pula hikmahnya dalam pembebanan ini ? khususnya sesudah hal itu tidak akan menambah pengenalanku dan keta’atan-ku kepada-Nya.”

 

“Pada saat Dia telah menciptakan dan secara mutlak membebani-ku, serta secara khusus membebani-ku untuk sujud kepada Adam, maka ketika aku tidak sujud kepada Adam kenapa Dia mengutuk-ku dan mengusir-ku dari surga ? Apalagi hikmahnya yang demikian itu ? padahal sebelumnya aku tidak pernah berbuat sesuatu yang buruk, kecuali ucapan-ku “ aku tidak sujud ( kepada sesuatu ) kecuali kepada Mu. “

 

“Setelah Dia menciptakan-ku, lalu membebani-ku secara mutlak dan secara khusus, lalu aku tidak ta’ati, sehingga Dia mengutuk-ku dan mengusir-ku, maka kenapa Dia memberi kesempatan pada-ku menemui Adam ? sehingga aku masuk ke Sorga untuk kedua kalinya dan ( Adam ) aku tipu dengan tipu daya-ku, sehingga ia memakan ( buah ) dari pohon larangan itu, lalu Dia mengeluarkannya, padahal kalau Dia mencegah-ku memasuki Sorga, tentulah Adam terhindar dari ( godaan-ku dan ia tetap kekal di dalamnya ) "

“Setelah Dia mencipta-ku, lalu membebani-ku secara umum dan khusus, kemudian melaknati-ku, lalu membiarkan-ku masuk ke Sorga, sedang antara aku dan Adam dalam permusuhan, kenapa aku dikuasakan atas keturunnya ( Adam ) ? sehingga aku dapat melihat mereka, sementara mereka tidak dapat melihat aku dan mengutamakan tipu dayaku atas mereka, sedang usaha dan kekuatan mereka tidak didahulukan pada-ku. Apa hikmahnya dalam hal demikian itu ? "Padahal kalau mereka diciptakan menurut fitrah, tanpa adanya yang menyimpangkan mereka dari ( fitrah ) itu, tentulah mereka akan hidup dalam kesucian, patuh dan ta’at. Bukankah yang demikian itu pantas buat mereka ? "

 

“Aku mempercayai semua ini, Dia-lah yang telah menciptakan-ku, membebani-ku secara mutlak serta mengikatku. Pada saat aku tidak mematuhi-Nya, Dia melaknat-ku dan mengusir-ku, ketika aku ingin masuk sorga, Dia perkenankan dan memberi kesempatan, kemudian aku perbuat usahaku, Dia mengusir-ku, dan menguasakan kepada-ku atas bani Adam, maka kenapa ketika aku meminta tangguh, Dia memperkenankannya ? ketika aku berkata: “ tangguhkannlah aku hingga hari kebangkitan “, Dia berkata: “ Sesungguhnya engkau diberi tangguh sampai kepada waktu yang telah ditentukan” Apakah hikmahnya dalam hal demikian ? padahal kalau Dia memusnahkan-ku langsung, tentulah Adam dan semua makhluk merasa aman dari-ku dan tentulah tidak ada kejahatan di dunia. Bukankah tetapnya dunia dalam peraturan yang baik jauh lebih bagus daripada bercampur-aduknya dengan kejahatan. ”

Author:  Fardhie

Tentang penulis

Beri Komentar

nineteen − 11 =

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories