Gempa 7,2 SR , Aceh, 7 April 2010

G

6 April 2010, aku cukup lelah malam itu, setelah paginya ikut OSN TI, malamnya aku merasakan pusing yang cukup hebat. Aku pun tidur cepat..

Aku bermimpi bertemu Papa, saat itu, aku sedang jalan-jalan bersama teman menuju pusat kota, sampai di perempatan Jambo Tape, terdengar suara ,”Zakwannur..! ada yang bernama Zakwannur disini?!” teriak Papa yang belum melihatku..

Sementara aku melihatnya, aku minta turun dari mobil, dan langsung berpelukan dengan Papa. “Pa, Papa kok bisa disini?” aku sangat bahagia, Papa tidak menjawabnya..

Kebahagiaan itu aku ceritakan kepada abangku di Jogja, dia tidak mempercayainya..

Memang mustahil.. 🙁 Papa meninggal pada 26 Desember 2004, tapi bukan saat tsunami terjadi, malah Papa sempat bekerja dengan orang lainnya (gotong royong), tapi sekitar pukul 11 Papa meninggal karena air tsunami yang tertelan. Memang rasanya sangat aneh, air itu juga sempat masuk kemulutku, untuk saja aku langsung meludahnya..

Belum sempat kabar itu diteruskan kepada abang dan kakakku yang lain (dalam mimpi)

Tiba-tiba terdengar suara Mamak yang membangunkanku..

7 April 2010, 05:15 Pagi

“Wan, Gempa wan! Gempa!”

“Iya Mak!” aku langsung mengiyakan.

Mamak bilang, aku tidak pernah bangun secepat itu, bagaimana tidak, aku merasakan goncangannya saat itu, ditambah lagi suara pintu kamar mamakku yang bergerak.

Apa yang harus kulakukan? Hal pertama, aku mengambil alat komunikasiku. Lalu, aku langsung berlari keluar rumah, Mamak menyuruhku membuka pintu pagar, kulihat, tetanggaku berhamburan keluar rumah. Dari luar, segala bunyi benda yang berguncang terdengar.. Aku memerhatikan segala benda dari luar sana, “Gempa ini sangat kuat, 7-8 SR” pikirku..

Tak lama kemudian, Azan berkumandang, Gempa pun mereda.. Tampaknya inilah cara Tuhan membangunkan Subuh kami.. Tuhan masih sayang dengan kita, Saat azan masih berkumandang, Listrik pun mati, suara azan lenyap, suasana masih gelap (suasana ini pernah dalam mimpiku dan kuharap mimpi itu ga akan jadi kenyataan). Beberapa orang bergerak ke Mesjid, beberapa orang lainnya menetap di rumah.

Dari luar rumahku, terdengar suara keramaian di jalan raya, Jl. T Nyak Arief.

Ya Allah, aku masih ingat 26 Desember 2004, keramaian di jalan dan tanda-tanda Alam saat itu, burung-burung yang biasanya bertengger di hutan bakau, memenuhi langit..

Aku memerhatikan tanda-tanda Alam hari ini, apa? Kucingku! belum pernah dia ikut kemanapun aku pergi, aku masuk ke rumah, dia pun masuk ke rumah. Beberapa saat kemudian dia hilang..

Sementara itu gadget ku terus berbunyi, ternyata pesan dari sodara-sodaraku..

Info Gempa Mag: 7,2 SR, 07 April 2010 05:15:03 WIB, Lokasi: 2.33 LU 97.02 BT (75 km Tenggara Sinabang-NAD) Kedalaman: 34 km. Berpotensi Tsunami. BMKG

Tuhan, Aku trauma dengan kejadian ini.. Semoga tidak terulang lagi, semoga Acehku aman, Indonesiaku aman..

[UPDATE] Potensi Tsunami telah dicabut BMKG

Tentang penulis

Beri Komentar

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories