homepage + blog

April Mop bukanlah perayaan atas pembantaian Umat Islam di Spanyol!

A

Tiap tanggal satu April, banyak korban kebohongan berjatuhan di seluruh dunia (cielah). Umat Islam sangat tak pantas merayakan “April Mop” atau “The April Fool Day”. Karena kebiasaan itu merupakan peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi. Jadi, peringatan April Mop adalah perayaan atas penderitaan umat muslim spanyol yang dibantai beberapa tahun silam.

ALASAN ITU ADALAH SALAH. Mempercayai berita itu saya rasa justru bukti bahwa kita dibohongi di April Mop.

Simak kisah berikut ini (bagi yang sudah tau kisahnya, lewatkan saja):

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April 1487. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam

Itulah alasan kebanyakan orang mengapa tidak merayakan April Mop.

Masalahnya, sumber cerita di atas tidak jelas, apakah berita itu benar?

Yang jelas, tidak baik jika seorang muslim menyebarkan berita yang nggak jelas kebenarannya, walaupun berita itu dapat membangkitkan semangat ber-Islam. Cerita di atas berserakan di Internet. Sebagian umat Islam malah meragukan kebenaran cerita di atas. Mengapa?

Mari simak Fakta berikut:

Pertama, Kekuasaan muslim Spanyol berakhir pada 12 Januari 1492 M, bukan pada 1487 M. Hari April Mop belum pernah terdengar hingga 50 tahun lebih setelah tahun 1492 M itu. Tradisi April Mop dimulai ketika dengan bodohnya, orang-orang memperingati Perayaan Tahun Baru setiap tanggal 1 April. Hal ini terjadi karena sebelum tahun 1582, tahun baru dirayakan selama delapan hari, mulai tanggal 25 Maret. Perayaan memuncak pada 1 April. Dengan reformasi kalender Kristen di bawah Raja Charles IX, melalui pengaruh Paus Gregorius, kalender Gregorian diperkenalkan, dan Hari Tahun Baru telah dipindahkan ke awal bulan Januari. Namun, karena kurangnya komunikasi di masa itu, banyak orang tidak menerima berita selama beberapa tahun. Orang yang paling keras kepala serta kolot, menolak untuk menerima kalender baru dan terus merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 April. Hal inilah yang digolongkan sebagai "kebodohan" oleh masyarakat umum, kemudian mereka diolok dan tradisi April Fool’s Day dimulai. Mereka

Kedua, Keberadaan mata-mata Kristen di Islam Spanyol diragukan. Yang tercatat jelas oleh sejarawan Barat dan Muslim adalah adanya pertikaian antara raja-raja Muslim Spanyol. Sebagian raja-raja tersebut meminta bantuan bangsawan/raja Kristen untuk melemahkan raja muslim saudara mereka sendiri. Orang kafir pun memanfaatkan pertikaian dan permohonan bantuan ini.

Ketiga, Pada cerita itu disebutkan bahwa mereka membanjiri muslim Spanyol dengan rokok sebelum pembantaian muslim Granada tahun 1487 M. Padahal rokok belumlah dibuat sebelum tahun 1492 M. Menurut Dr. Roger Morrissette, Ph.D., dosen biologi manusia di Universitas Negeri Framingham, rokok dalam bentuk apapun belum pernah ada di Spanyol sebelum dibawa Columbus dari Amerika. Dengan kata lain, rokok belum pernah ada di Spanyol hingga Raja Ferdinand dan Ratu Isabella berkuasa penuh setelah mengalahkan seluruh muslim Spanyol. Tembakau baru dihisap secara luas di Eropa pada 1880.

Jadi mengenai desas-desus yang menyatakan bahwa April Fool’s Day adalah sebuah perayaan atas pengambil-alihan kekuasaan Muslim Spanyol, jelas semuanya adalah kisah palsu. Ini sebenarnya adalah sebuah kebohongan yang dibuat oleh orang tak beriman untuk menyesatkan umat Islam dan dalam kenyataannya justru membuat "Muslim Fool Day"!

Jadi, April Mop boleh dirayakan?

Itu terserah Anda, yang jelas, dalam Islam berbohong itu kan berdosa.. Lagipula April Mop ga penting ah, buang-buang waktu aja dan (bagi saya)…

konyol kalo ngerjain orang trus orang yang dikerjain tau kalau hari itu adalah hari “maklum” jika sial karena hari itu memang hari jahil-menjahili. (ga usah bingung bacanya)

Jadilah umat Islam yang cerdas dan yang cermat.

“Celakalah orang yang berdusta untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia!” (Riwayat At-Tirmidzi)

“Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.” (Saidina Ali bin Abi Thalib)

“Barangsiapa yang menyerupai (bertasyabuh) suatu kaum, maka ia termasuk salah seorang dari mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, dan Ath-Thabrani).

-ditulis dengan berbagai sumber terpercaya.

Tentang penulis

Zakwannur

Beri komentar

Oleh Zakwannur
homepage + blog

Zakwannur

Get in touch