Categories
Funny Share

Ini bukan cerita sinetron Kucingku, ini kisah nyata!

Kucing, dialah yang ditakuti tikus tapi takut dengan Anjing. Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dibuktikan dari kerangka kucing di Pulau Siprus. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Tapi saya punya cerita unik tersendiri tentang kucing saya. Bukan tentang aksi kejar-kejarannya dengan tikus, juga bukan tentang mengusir tikus di lumbung padi.. Begini ceritanya (ala kismis)..

Sejak SD, saya suka pelihara kucing, awalnya dari kakak sepupu saya yang juga suka sama kucing, eh maksud saya suka liat-liat kucing gitu. Dulu, tiap ada kucing yang lewat dirumah saya, pasti saya coba menjinakkannya dengan ngasih makan, ada puluhan kucing yang lewat dirumah saya, trus dipelihara dan mereka punya cerita masing-masing.
Emak saya pernah cerita tentang seekor kucing betina (ntahlah itu kapan) yang pernah dipelihara sama keluarga saya, dirumah yang dulu (sekarang udah jadi kantor cabang dari perusahaan abang saya, Saka namanya). Kucing itu dipanggil Pussy (eeww), denger cerita tentangnya, saya rasa dia kucing yang luar biasa yang pernah dipelihara keluarga saya. Dia BAB di Toilet! Walaupun saya gak pernah ngeliatin dia berak, saya anggap itulah kucing pertama saya yang “keren”. Pussy mati karena jatuh sakit. 🙁

Waktu saya SD, ada seekor kucing yang “bersalin” dirumah saya, itu bukan pertama kalinya dia lahiran dan juga bukan kucing pertama yang melahirkan disitu, ntahlah itu persalinan yang keberapa, yang jelas waktu itu dia melahirkan 4 ekor kucing. 3 Kucing Jantan kembar + 1 kucing betina yang sangaaat cantik (kalau saya kucing, bakal saya kawinin, hahaha). Kakak sepupu saya ngasih nama ke kucing-kucing itu, Peso, Popeye, Pam Pam dan Pussy, Pussy lah yang betina! Pussy versi kedua 🙂 Pada awalnya, saya yang masih kecil, nggak bisa membedakan mana Peso, mana Popeye, dan yang mana Pam Pam. Karakter dan cerita mereka masing-masinglah yang membuat saya dapat membedakannya.

Suatu malam, semua kucingku udah masuk ke rumah, Pam Pam yang masih kecil terus mengeong diluar sana, tapi saat dipanggil tidak juga masuk ke rumah, ntah kenapa.. Keesokan paginya, saya melihat Pam Pam sudah dibantai oleh Anjing, kenapa saya tahu semuanya?

Saat itu di Jeulingke (nama wilayah rumah saya) sering mati listrik, Papa saya merubah sebuah mesin las, menjadi sebuah genset dirumah. (Beliau jago fisika, berkebalikan dengan saya). Ada banyak tetesan oli dibawa mesin itu yang diletakkan di teras rumah, jadi saya tau Pam Pam dibantai anjing, itu semua dari tempat matinya Pam Pam! di sekitar mesin itu, saya melihat ada jejak Anjing dan sebagian tubuh Pam Pam udah hitam kena oli (dari bekasnya keliatan Pam Pam habis dibanting-banting). KEJAM, SADIS!

saya sedih saat itu, kehilangan salah satu kucing dari 3P (Peso, Popeye, Pam Pam). Pam Pam lah yang paling tidak jinak dan sombong. Cerita selanjutnya tentang Popeye, dia Pemberani, jarang dirumah, beranjak remaja dia hobi minggat. Dengan kebiasaannya itu, saya tidak pernah liat dia sampe sekarang. Jadi saat itu, tinggal Peso dan Pussy lah yang bertahan di rumah. Pussy, seperti yang udah saya sebutin tadi, adalah kucing yang sangaaat-sangat cantik. Banyak kucing garong (yang mukanya kegores, jerawatan, yang banyak luka karena sering berantam, matanya ilang, kayak Preman kucing lah) yang mengejar-ngejarnya.

Suatu hari, saya mendengar suara Peso yang lagi berantam, saat saya datangi, rupanya Peso lagi melindungi saudaranya, si Pussy yang lagi direbutin sama dua ekor ‘kucing hidung belang’, badannya gembrot, nggak terurus, banyak luka-luka. Beda dengan peso yang badannya menurut saya atletis, tegap dengan dada bidang. Pussy bersembunyi di semak-semak pohon tebu di pekarangan rumah saya sementara Peso menghadapi dua kucing itu, tapi lama lama, Peso jadi yang nonton pertengkaran dari dua kucing itu sendiri (saya ga tau, mungkin Peso mengadu domba mereka), Pussy hampir “diperkosa” dua kucing itu terus menerus berusaha menggigit leher belakang Pussy. Melihat usahanya, barulah saya mengusir dua kucing sialan itu. saya yakin Pussy masih “virgin” sampai ajal menjemputnya.

Suatu siang, Pussy tiba-tiba kejang-kejang dan terus mengeong, emak saya yang ngasih tau, trus ngasih sedikit susu buat Pussy. saya ngasuh Pussy susu itu dengan sendok, tapi Pussy gak juga membaik. saya nggak sanggup ngeliat Pussy gitu, jadi saya langsung ke kamar dan tidur. saya bangun jam 5 sore dan emak ngasih tau saya, Pussy sudah mati jam 3 🙁 Ah, kucing saya tinggal satu, Peso yang pemberani.

Peso satu-satunya kucing saya yang masih ada terus saya rawat dengan baik, dimandikan dengan shampoo oleh kakak sepupu saya dan dia betah dirumah. Saat keempatnya masih ada, Kebiasaan mereka yang kuingat adalah ketika keluarga saya membunyikan piring dengan sendok, mereka datang. (Kayak bocah denger suara abang bakso jualan) Jadi semacam panggilan. Tapi waktu itu, hanya Peso yang datang dengan kebiasaannya yang khas juga, yaitu menggerakkan jari-jari kedua kaki depannya seperti “mengulek sambal” ketika menunggu makanan. 😉

Peso terus hidup bersama keluarga saya, sampe Gempa dan Tsunami melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, saya nggak pernah ngeliat Peso lagi. Emak saya lah yang pernah ngeliat Peso beberapa hari pasca Tsunami. Saat itu saya mengungsi ke kampung di Tangse, Emak saya dengan beberapa saudara saya ngurus rumah di Lingke, membersihkannya dan mencegah penjarahan terjadi lagi setelah PlayStation saya hilang. Pas ngurus rumah, Emak saya denger Peso mengeong. Peso selamat dari Tsunami! Tapi saya nggak pernah melihatnya lagi sampe akhirnya saya pindah ke Jakarta untuk sekolah.

Selama di Jakarta, saya nggak pernah melihara kucing. bisa dibilang saya jarang melihat kucing disana. Setelah satu tahun di Jakarta, saya pulang ke Aceh untuk liburan, keluarga saya udah pindah ke rumah baru di dekat rumah yang dulu juga, masih di Jeulingke. Ada seekor kucing hitam yang cantik. Kucing itu sedang hamil, saya nggak ngasih nama karna saya kurang suka kucing yang nggak saya pelihara sejak kecil. Setahun berikutnya, saya berkunjung ke Aceh lagi, saya melihat kucing hitam itu hamil lagi. Begitulah seterusnya, saya melihat kucing hitam itu sedang hamil lagi saat saya memutuskan untuk sekolah di Aceh (pindah ke Aceh). Untuk pertama kalinya, saya melihat anak-anaknya. Bayi-bayi itu ngingetin saya dengan 3P, ya anaknya kembar tiga dengan warna yang sama (abu-abu) dan jenis kelamin yang sama! Ajaib! saya langsung memelihara mereka, abang saya yang kurang suka sama kucing melendot terus-menerus nyoba membuang anak kucing itu tapi saya terus berusaha mempertahankannya.

saya ngasih mereka nama Peso, Popeye dan Pam Pam. Bagi saya, mereka 3P versi kedua. HAHAHA Nggak disangka, mereka punya karakter yang hampir sama dengan 3P sebelumnya. Pam Pam adalah yang pertama kali menghilang, ntah kemana, mungkin dia bernasib sama dengan Pam Pam sebelumnya. Kemudian Popeye, dia minggat dari rumah, dan seperti versi terdahulu.. Peso yang tetap tinggal di rumah.
Image(19)

(Gambar: Peso dan Popeye, saya nggak tau cara bedain di foto)

Pulang sekolah tadi, saya baru aja liat Popeye pulang kerumah, tapi gak lama kemudian Peso datang mengusirnya. Mereka udah nggak akrab!

Peso: Pop, ngapain lo balik sini? ngabisin jatah makanan saya aje.. pergi lo sana!

Apakah Popeye punya masalah dengan Peso? ataukah Peso yang jahat mengusir Popeye? Yang jelas, itu bukan kali pertama Peso mengusir kucing, dulu saat ia masih bersama Popeye, saya bawa pulang seekor kucing putih berekor panjang dan bermata biru, belum sempat saya kasih nama, kucing putih bersih yang saat itu terus bersembunyi dibawah meja ternyata telah diusir sama Peso dan Popeye.
whitecat
(ilustrasi)

Mau tau hal anehnya? Kucing putih itu saya bawa pulang setelah sebelumnya saya mimpi nemu mayat (yang wajahnya keliatan jelas, perempuan) di kuburannya yang terbuka, persis ditempat saya nemuinnya!
Itulah semua cerita tentang kucing saya, yang aneh, yang ajaib dan nggak direkayasa jalur ceritanya. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *