homepage + blog

Tahun Baru Hijriah dan Masehi

T

Ini kali pertama aku merayakan Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Masehi di Aceh. Karena, masa remajaku sebelumnya kuhabiskan di Jakarta. Cukup banyak perbedaan antara perayaan Tahun Baru Hijriah dan Masehi, Ditahun baru Islam misalnya dari SMS ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriah” yang banyak aku terima, sampai berbagai kegiatan seperti karnaval, do’a bersama, zikir akbar, ceramah agama  dan bakti sosial.

Sedangkan di Tahun Baru Masehi ini, SMS yang aku dapatkan tidak sebanyak ucapan selamat Tahun Baru Hijriah sebelumnya. Memang perayaan Tahun Baru Masehi di Aceh tidak meriah. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin akrab dengan perayaan Tahun Baru Islam. Di Aceh, dilarang meniup Terompet dan menyalakan kembang api saat perayaannya. Orang yang kedapatan meniup terompet akan ditangkap. Para penjual terompet pun harus dikejar-kejar oleh Satpol PP. Padahal sebelumnya MPU

(Majelis Permusyawaratan Ulama) sudah memperingatkan. Ya, Pokoknya jangan sampai perayaan ini menjadi terlalu heboh. Karena kita semua tau, Tsunami 4 tahun lalu mungkin terjadi karena kita yang terlalu bersuka ria hingga lupa mengingat Tuhan.

DSC00884 Tetapi ada-ada saja orang yang menyalakan kembang api.

DSC00887

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku sendiri sempat melihat kembang api yang dibakar, digagalkan oleh oleh petugas BAM (Badan Anti Maksiat). Lihatlah orang-orang yang kecewa dengan sikap petugas itu..

Ditahun baru yang penting kita bisa merubah diri menjadi lebih baik. Betul?

Tentang penulis

Beri Komentar

Berikan komentar...

Oleh Zakwan
homepage + blog

Zakwan

Get in touch