Budaya Aceh

B

Budaya asli masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berupa kesenian dan adat istiadat tradisional yang dipengaruhi ajaran dan hukum Islam yang diwariskan para leluhur. Pasca Tsunami 2004, banyak NGO-NGO asing yang datang dari luar negeri untuk membantu proses rekonstruksi dan rehabilitasi di aceh. Mereka membawa budaya dari negeri mereka masing-masing.

Munculnya budaya asing itu dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai yang bersifat kontradiktif dengan adat-istiadat masyarakat setempat. Adat istiadat atau Budaya Masyarakat Aceh di antaranya adalah:

Bahasa

Orang Aceh mempunyai bahasa sendiri yakni bahasa Aceh. Bahasa Aceh sendiri terdiri dari beberapa dialek, di antaranya dialek Peusangan, Banda, Bueng, Daya, Pase, Pidie, Tunong, Seunagan, Matang, dan Meulaboh, tetapi yang terpenting adalah dialek Banda.

Pakaian Adat dan Perhiasan Pengantin

Pengantin laki-laki (linto baro) maupun pengantin perempuan (dara baro), keduanya sama-sama menggunakan baju, celana panjang dan sarung songket. Bahan dasar pakaian pengantin ini dahulu ditenun dengan benang sutera. Pada masa sekarang bahan pakaian banyak yang terbuat dari kain katun, nilon, planel dan sebagainya. Bagi pengantin laki-laki baju dan celana berwarna hitam, sedangkan pengantin perempuan baju berwarna merah atau kuning dengan celana panjang hitam.

Tarian Tradisional

saman

• Saman
• Tari Likok Pulo Aceh
• Laweut (selawat)
• Tari Pho
• Seudati

Instrumen

• Serune kale (Instrumen Tiup)
• Gendang
• Rapai
• Canang

Senjata

• Rencong
• Siwaih (hampir sama dengan rencong dan sangat langka ditemukan karena harganya yang mahal)
• Pedang
• Tombak (gagangnya dari kayu, bilahnya dari besi)

Permainan Tradisional

• Geulayang Tunang, yaitu pertandingan laying-layang
• Geudeue-geudeue
• Peupok Leumo
• Pacu Kuda
• Sepak raga

Perlengkapan Kerja Tradisional

Masyarakat Aceh pada jaman dulu menggunakan perlengkapan kerja tradisional, baik dalam bidang pertanian, perikanan maupun dalam kegiatan rumah tangga. Tetapi sekarang ini, perlengkapan tersebut telah tergantikan oleh perlengkapan modern. Berikut sebagian kecil contoh perlengkapan tersebut:
• Perahan Kelapa (Peuneurah U)
• Penggiling Tebu (Weng Teubee)
• Bajak (Langai)

Benda Peninggalan Bersejarah

Provinsi NAD memiliki banyak benda bersejarah peninggalan Kerajaan Aceh, pahlawan Aceh maupun bangsa yang pernah menjajah Aceh. Sebagian di antaranya adalah:
• Pedang Aman Nyerang
• Stempel Cap Sikureung (Stempel Kerajaan )
• Baje Raja (Baju Raja)
• Deureham Kerajaan Pasai
• Deureuham Kerajaan Aceh Darussalam
• Kain Pengantin Pria Gayo
• Ketawak (Ikat Pinggang Laki-laki)
• Selendang (Ija Bungong Keupula)

Itulah Budaya Aceh, yang harus dipertahankan. Banyak anak muda sekarang tidak mengetahui budaya bangsanya sendiri, tidak mengetahui budaya asli daerahnya sendiri.


Artikel ini hanya sedikit mengingatkan kita pada budaya sendiri.
“Semoga kita sebagai orang Aceh tetap mengenal budaya kita sendiri dan terus menjaga serta melestarikannya.”

Referensi: nad.gov.id

Tentang penulis

1 komentar

  • Cool….memang generasi muda harus terus melestarikan budaya bangsa, jangan sampai budaya kita kalah dengan budaya luar apalagi sampai di klaim menjadi kepunyaan bangsa lain…banggalah dengan budaya sendiri

Oleh Zakwan

Get in touch

Categories